Geopolitik Global Makin Tak Menentu, Kadin Serukan Pengusaha Lebih Adaptif

6 hours ago 2

Jumat, 10 April 2026 - 21:00 WIB

Jakarta, VIVA Kadin Indonesia melalui Wakil Ketua Umum (WKU) Koordinator Bidang Luar Negeri, James T. Riady, mendorong para pelaku usaha di Tanah Air untuk lebih adaptif dalam merespons dinamika global yang semakin tidak menentu.

Dia menegaskan bahwa gejolak global kini menjadi fenomena yang kian sering terjadi, dan harus dihadapi dengan kesiapan yang matang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kita selalu akan menghadapi gejolak-gejolak yang makin hari makin lebih sering. Ini sudah menjadi suatu hal yang the new normal ya, normal yang baru ya. Jadi kita harus belajar bagaimana pintar untuk merespons dan pintar untuk menyesuaikan diri dengan situasi global yang ada,” kata James dalam keterangannya, Jumat, 10 April 2026.

Ketua Umum Kadin Indonesia, Anindya Bakrie

Meski menghadapi tantangan jangka pendek, James menilai prospek ekonomi Indonesia dalam jangka menengah hingga panjang tetap kuat. Menurutnya, hal ini didukung oleh pergeseran pusat ekonomi global ke kawasan Pasifik, yang mencakup Amerika Serikat, China, dan Indonesia.

“Di mana di Pasifik ini berarti Amerika Serikat, China dan juga Indonesia,” ujarnya.

James menambahkan, posisi geografis Indonesia menjadi keunggulan strategis dalam perdagangan internasional, karena berada di jalur utama arus perdagangan dunia.

“Dan Indonesia memiliki strategi geografik yang luar biasa. Bentangan itu dari Barat sampai Timur itu kan naik pesawat itu 7 jam ya. Jadi perdagangan internasional banyak yang harus melalui Indonesia,” kata James.

Dalam menghadapi ketidakpastian global, James menilai langkah pemerintah dalam menjaga stabilitas ekonomi sudah berada pada jalur yang tepat. Namun demikian, pelaku usaha tetap dituntut untuk meningkatkan kemampuan adaptasi terhadap perubahan yang cepat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia juga mengingatkan bahwa tekanan global seperti inflasi dan kenaikan suku bunga menjadi tantangan yang sulit dihindari. Karena itu, Kadin mendorong dunia usaha agar mulai mengoptimalkan sektor yang relatif tahan terhadap gejolak global, terutama pasar domestik sebagai penopang utama pertumbuhan ekonomi.

“Dan karena itulah harus mencari peluang-peluang yang anti-inflasi, yang anti-siklikal berarti ya pasar domestik. Jadi pasar domestik itu harus dikembangkan, konsumsi domestik itu harus dikembangkan,” ujarnya.

Presiden Prabowo Subianto

Di Tengah Krisis Global, Prabowo: Bangsa Kita Jauh Lebih Baik dari Negara Lain

Prabowo mengakui megara lain banyak terdampak perang di Timur Tengah, salah satunya ialah harga minyak yang tinggi. Namun, Indonesia dinilai lebih baik dari yang lainnya.

img_title

VIVA.co.id

8 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |