Grab Genjot AI di Transportasi, Klaim Bisa Tekan Biaya Perjalanan

3 hours ago 1

Rabu, 8 April 2026 - 21:05 WIB

Jakarta, VIVA – Pengembangan kecerdasan buatan (AI) dalam sektor transportasi dan layanan digital terus menjadi fokus berbagai perusahaan teknologi di Asia Tenggara. Integrasi AI kini tidak hanya diarahkan untuk meningkatkan pengalaman pengguna, tetapi juga efisiensi operasional dan produktivitas mitra di lapangan, termasuk pengemudi dan pelaku usaha kecil.

Dalam paparan di ajang GrabX 2026 di Jakarta pada 8 April 2026, Group CEO & Co-founder Grab Anthony Tan menjelaskan pengembangan asisten AI untuk mitra pengemudi yang dirancang untuk mendukung aktivitas kerja sehari-hari. Ia menyebutkan secara langsung peran teknologi tersebut dalam operasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Saya menyebutnya “Coach”, karena memang itulah perannya,” ujarnya di acara tersebut di Jakarta, Rabu, 8 April 2026.

Anthony Tan menjelaskan bahwa pendekatan pengembangan AI ini tidak hanya berfokus pada aspek teknologi, tetapi juga pada keterjangkauan dan aksesibilitas bagi pengguna yang lebih luas. Ia menegaskan bahwa pemanfaatan AI tidak boleh terbatas pada kelompok tertentu saja.

“Kami memiliki keyakinan kuat bahwa manfaat AI tidak hanya terbatas bagi mereka yang paham cara menggunakannya, dan tidak boleh hanya dinikmati oleh mereka yang mampu membayarnya,” jelasnya. 

Lebih lanjut, ia menyoroti risiko kesenjangan digital yang dapat terjadi jika adopsi AI tidak merata. Menurutnya, perkembangan teknologi saat ini sudah mulai memengaruhi kompetisi kerja dan peluang ekonomi di berbagai lapisan masyarakat.

“Keyakinan ini semakin kuat dan mendesak karena kita hidup di dunia di mana manusia yang tidak memanfaatkan AI sangat mungkin akan tertinggal. Ini bukan lagi sekadar gambaran masa depan distopia, melainkan realitas yang harus kita hadapi hari ini.”

Dalam konteks implementasi, Grab menyampaikan bahwa teknologi AI digunakan untuk mendukung sistem operasional seperti pemantauan perjalanan, pengaturan rute, serta efisiensi layanan. Tujuannya adalah mengurangi waktu tidak produktif dan meningkatkan efektivitas kerja mitra di lapangan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perusahaan juga menyoroti aspek biaya dalam pengembangan dan penggunaan AI. Ia menegaskan pendekatan perusahaan terhadap pembiayaan teknologi tersebut tetap dapat diakses secara luas oleh pengguna dalam ekosistemnya.

“Kami yang menanggung seluruh biaya penggunaan AI, karena kami memahami bahwa teknologi AI yang baik memang tidak murah, namun tidak seharusnya menjadi kemewahan yang hanya bisa diakses oleh segelintir orang.”

Halaman Selanjutnya

Selain aspek digital, pengembangan teknologi juga diarahkan pada integrasi sistem pendukung di lapangan untuk mengurangi hambatan operasional, seperti waktu tunggu dan tantangan navigasi di lokasi padat aktivitas. Pendekatan ini menjadi bagian dari upaya efisiensi yang lebih luas dalam ekosistem transportasi digital.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |