Keras! Mojtaba Khamenei Sebut ’Babak  Baru’ di Selat Hormuz Segera Dimulai

1 hour ago 1

Kamis, 30 April 2026 - 18:40 WIB

VIVA –Pemimpin Tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei mengatakan akan dimulainya ’babak baru’ di selat Hormuz. Ia menegaskan bahwa Iran akan menerapkan aturan pengelolaan baru di jalur tersebut setelah agresi militer yang dilakukan Amerika Serikat dan Israel.

“Sekarang, dua bulan setelah kampanye dan agresi terbesar di dunia di kawasan ini serta kegagalan memalukan Amerika dalam rencananya sendiri, sebuah babak baru sedang muncul di Teluk Persia dan Selat Hormuz,” kata Mojtaba Khamenei dalam pernyataan yang disebarkan media pemerintah dikutip dari laman Al Jazeera, Kamis 30 April 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut dipublikasikan oleh kantor berita pemerintah Iran, IRNA, dalam rangka peringatan Hari Nasional Teluk Persia, yang mengenang pengusiran pasukan Portugis dari Selat Hormuz pada tahun 1622.

Dalam pernyataan lanjutannya, Mojtaba Khamenei menyinggung bahwa Selat Hormuz selama berabad-abad memicu keserakahan banyak pihak, yang merujuk pada berbagai peristiwa sejarah, termasuk pengusiran pasukan Portugis pada 1622.

Namun, sejak konflik Iran dengan AS dan Israel dimulai pada akhir Februari, menurutnya rakyat Iran telah menyaksikan dengan mata kepala sendiri berbagai bentuk keteguhan, kewaspadaan, dan perjuangan berani dari pasukan Iran.

Ia juga menyatakan bahwa masa depan cerah kawasan Teluk Persia akan menjadi masa depan tanpa Amerika Serikat dan akan diarahkan untuk kemajuan, kenyamanan, serta kemakmuran masyarakatnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seperti diketahui, Iran memutuskan untuk menutup Selat Hormuz selama beberapa waktu belakangan ini. Tindakan ini merupakan buntut dari serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel pada 28 Februari lalu hingga menyebabkan pimpinan tertinggi Iran sebelumnya, Ayatollah Ali Khamenei meninggal dunia.

Penutupan selat hormuz ini berdampak begitu signifikan terhadap pasokan minyak dunia. Per Rabu 29 April 2026, tercatat harga minyak dunia melonjak ke 119 dolar AS atau sekitar Rp 2 juta per barel

Menteri Pertahanan AS, Pete Hegseth menghadiri rapat Kongres

Klaim Biaya Perang Rp400 Triliun oleh Pentagon Dipertanyakan DPR AS

Perkiraan biaya perang AS melawan Iran sebesar 25 miliar dolar atau setara Rp 400 triliun semakin dipertanyakan. Hal ini tak sesuai dengan kerugian yang dialami AS

img_title

VIVA.co.id

30 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |