Arab Saudi Desak Trump Tunda Serangan ke Iran hingga Selesai Ibadah Haji

4 hours ago 1

Senin, 25 Mei 2026 - 14:40 WIB

VIVA – Pemerintah Arab Saudi dilaporkan mendesak pemerintahan Presiden Donald Trump untuk menunda aksi militer besar terhadap Iran hingga musim haji 2026 berakhir. Langkah itu dilakukan karena Riyadh khawatir eskalasi konflik di Timur Tengah dapat mengganggu pelaksanaan ibadah haji yang diikuti jutaan umat Muslim dari seluruh dunia.

Menurut sejumlah laporan media internasional, seperti dilansir The New Arab, Senin, 25 Mei 2026, Arab Saudi meminta Washington menghindari langkah yang dapat memicu ketegangan baru di kawasan saat otoritas kerajaan tengah bersiap menyambut lebih dari 1,5 juta jemaah haji asing.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain Arab Saudi, sejumlah negara Teluk dan pejabat senior kawasan juga disebut telah  menyampaikan permintaan serupa kepada pemerintahan Trump agar menahan diri dari aksi militer selama periode haji.

Musim haji tahun ini diperkirakan berlangsung selama enam hari mulai 24 Mei 2026 dan menjadi salah satu pertemuan keagamaan terbesar di dunia.

Dalam beberapa hari terakhir, pejabat pemerintahan Trump dilaporkan melakukan pembicaraan dengan para pemimpin di Qatar, Arab Saudi, dan Uni Emirat Arab. Dalam pertemuan itu, negara-negara Teluk meminta Washington memberi ruang bagi jalur diplomasi untuk terus berjalan.

Laporan CNN menyebut para pemimpin Teluk khawatir Iran akan melakukan serangan balasan terhadap negara-negara tetangganya apabila Amerika Serikat kembali melancarkan operasi militer.

Negara-negara Teluk juga disebut menunjukkan "front persatuan" dalam menekan Washington agar tidak memicu konflik baru selama musim haji berlangsung.

Kekhawatiran terbesar adalah potensi terganggunya mobilitas jutaan jemaah haji apabila perang kembali pecah di kawasan. Para pejabat memperingatkan aksi militer selama periode suci menjelang Idul Adha dapat memicu kekacauan regional yang lebih luas dan membuat banyak jamaah terlantar di negara-negara Teluk.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain berdampak pada keamanan, konflik baru juga dikhawatirkan mengganggu jalur penerbangan internasional di kawasan, termasuk pusat transit utama di Qatar dan Uni Emirat Arab yang menjadi jalur perjalanan jamaah dari Asia Selatan dan Asia Timur.

Para analis menilai eskalasi konflik saat musim haji akan menciptakan tantangan logistik dan keamanan besar bagi pemerintah Arab Saudi yang tengah fokus mengelola jutaan jemaah di kota-kota suci.

Halaman Selanjutnya

Situasi ini muncul di tengah upaya diplomasi yang masih berlangsung untuk meredakan ketegangan antara AS dan Iran. Kepala Angkatan Darat Asim Munir juga dilaporkan dijadwalkan melakukan kunjungan ke Iran sebagai bagian dari upaya mediasi regional.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |