Anak Sering Lemas dan Sulit Fokus? Ahli Gizi Ungkap Ternyata Bukan Karena Kurang Makan

3 hours ago 3

Minggu, 14 Juni 2026 - 17:31 WIB

Jakarta, VIVA – Banyak orang tua masih menganggap kebutuhan energi anak cukup dipenuhi dengan memastikan mereka makan dalam jumlah yang banyak. Padahal, para ahli menekankan bahwa kualitas energi dan keseimbangan zat gizi memiliki peran yang sama pentingnya dalam mendukung tumbuh kembang anak.

Ahli Gizi dan Founder Gizi Nusantara, Esti Nurwanti, S.Gz., RD., MPH., Ph.D, menjelaskan bahwa kebutuhan energi anak berbeda-beda sesuai usia dan jenis kelamin. Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 28 Tahun 2019 tentang Angka Kecukupan Gizi (AKG), anak usia 6-9 tahun membutuhkan sekitar 1.400 hingga 1.650 kilokalori per hari. Sementara pada usia 10-15 tahun, kebutuhan energi meningkat menjadi sekitar 2.000 hingga 2.400 kilokalori per hari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Secara umum, kebutuhan energi anak usia 6-9 tahun berkisar antara 1.400–1.650 kkal per hari, sedangkan pada usia 10-15 tahun berkisar antara 2.000-2.400 kkal per hari," jelas Esti dalam keterangannya, dikutip Minggu 14 Juni 2026.

Namun, Esti mengingatkan bahwa pemenuhan energi tidak bisa hanya berfokus pada jumlah kalori. Anak memerlukan asupan yang beragam dan seimbang, mulai dari karbohidrat, protein, lemak sehat, vitamin, hingga mineral untuk mendukung pertumbuhan, daya tahan tubuh, dan kemampuan berkonsentrasi.

Ia juga menyoroti pentingnya kebiasaan membaca label kemasan pangan sebelum membeli produk untuk anak.

"Orang tua perlu membiasakan diri untuk membaca dan memahami informasi nilai gizi pada kemasan pangan agar dapat memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan anak," ujarnya.

Menurut Esti, pemenuhan gizi yang baik juga harus diimbangi dengan aktivitas fisik secara teratur. Kebiasaan aktif bergerak dan berolahraga tidak hanya membantu menjaga kebugaran tubuh, tetapi juga berkontribusi terhadap peningkatan fokus, rasa percaya diri, dan pembentukan gaya hidup sehat sejak usia dini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pandangan serupa disampaikan aktris dan penyanyi Tasya Kamila yang kini aktif menjalani peran sebagai ibu. Ia melihat aktivitas fisik menjadi bagian penting dalam keseharian anak yang sedang berada pada masa pertumbuhan.

"Sebagai seorang ibu, saya melihat bahwa aktivitas fisik memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung pertumbuhan anak. Anak saya yang kini aktif bersekolah dan mengikuti berbagai kegiatan olahraga membutuhkan energi yang cukup setiap hari agar tetap aktif dan fokus," kata Tasya.

Halaman Selanjutnya

Menurutnya, kebutuhan energi anak sebaiknya dipenuhi melalui pola makan yang seimbang dan kebiasaan hidup aktif yang diterapkan secara konsisten.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |