VIVA – Piala Dunia 2026 baru berjalan dua hari, namun kontroversi sudah mulai bermunculan. Kali ini sorotan tajam mengarah kepada FIFA setelah badan sepak bola dunia itu dituding tidak transparan dalam tayangan VAR saat laga Swiss kontra Qatar di Grup B, Sabtu 13 Juni 2026.
Perdebatan muncul setelah Swiss mendapatkan hadiah penalti pada menit ke-17. Keputusan itu diambil usai kiper Qatar, Mahmoud Abunada, dianggap menjatuhkan gelandang Swiss, Remo Freuler, di dalam kotak penalti.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Wasit sempat berkomunikasi dengan Video Assistant Referee (VAR) sebelum akhirnya tetap menunjuk titik putih. Breel Embolo yang maju sebagai eksekutor sukses menjalankan tugasnya dan membawa Swiss unggul.
Namun bukan keputusan penalti yang menjadi polemik utama.
Sejumlah tayangan ulang yang beredar memperlihatkan indikasi bahwa Freuler berada dalam posisi offside sebelum insiden pelanggaran terjadi. Situasi tersebut memicu tanda tanya besar karena FIFA tidak menampilkan tayangan semi-automatic offside yang biasanya digunakan untuk menjelaskan keputusan VAR kepada publik.
Keputusan itu langsung memancing kritik dari berbagai kalangan, termasuk mantan bek Timnas Inggris, Gary Neville.
Neville mempertanyakan mengapa FIFA tidak menampilkan bukti visual yang dapat menjelaskan keputusan tersebut kepada penonton di stadion maupun pemirsa televisi di seluruh dunia.
"Semua orang berpikir itu offside. Penonton di rumah juga berpikir demikian. FIFA sebagai pemegang hak siar resmi memiliki teknologi semi-automatic offside yang seharusnya bisa ditampilkan kepada publik," kata Neville seperti dikutip Mirror.
Menurut Neville, teknologi modern yang selama ini dipromosikan FIFA justru kehilangan fungsi jika tidak digunakan secara terbuka saat muncul momen kontroversial.
Kontroversi tersebut semakin memperpanjang daftar perdebatan mengenai penggunaan VAR di sepak bola. Meski teknologi itu diciptakan untuk meminimalkan kesalahan wasit, keputusan yang tidak disertai penjelasan visual sering kali justru memunculkan spekulasi baru.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Di media sosial, banyak suporter mempertanyakan alasan FIFA tidak menayangkan proses pengecekan offside yang menjadi bagian penting dalam lahirnya penalti tersebut.
Hingga kini FIFA belum memberikan penjelasan resmi terkait alasan tidak ditampilkannya tayangan semi-automatic offside pada insiden tersebut.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, kemenangan atas Qatar menjadi modal penting bagi Swiss dalam persaingan Grup B. Namun hasil pertandingan itu kini ikut dibayangi kontroversi yang membuat FIFA kembali berada di bawah tekanan publik.

4 hours ago
3














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/6284541/original/079194300_1779159392-unnamed__42_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)