Senin, 25 Mei 2026 - 14:16 WIB
VIVA – Ledakan bom bunuh diri menghantam kereta yang membawa personel tentara Pakistan dan keluarga mereka di provinsi Balochistan, wilayah barat daya Pakistan -- dalam serangan besar terbaru yang diklaim oleh militan separatis, Minggu, 24 Mei 2026.
Ledakan di provinsi Balochistan pada hari Minggu menewaskan sedikitnya 24 orang dan melukai sekitar 70 orang, menurut tiga pejabat pemerintah dan keamanan provinsi yang berbicara kepada Reuters.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Para pejabat tersebut berbicara dengan syarat anonim karena mereka tidak berwenang untuk berbicara kepada media.
Serangan itu adalah yang terbaru dalam serangkaian serangan terhadap kereta api, pasukan keamanan, dan infrastruktur di provinsi kaya mineral yang berbatasan dengan Iran dan Afghanistan.
Pakistan telah meluncurkan operasi kontra-pemberontakan di provinsi tersebut setelah beberapa kekerasan paling mematikan dalam beberapa tahun terakhir.
Kelompok militan separatis Tentara Pembebasan Baloch, atau BLA, mengatakan dalam sebuah pernyataan kepada media bahwa mereka melakukan serangan bom bunuh diri tersebut. Reuters tidak dapat memverifikasi klaim tersebut secara independen.
Kementerian Perkeretaapian Pakistan dalam pernyataannya mengatakan kereta tersebut membawa penumpang dari area garnisun Quetta untuk melanjutkan perjalanan dengan kereta jarak jauh Jaffar Express, ketika ledakan terjadi di dekat jalur kereta api di ibu kota provinsi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ledakan tersebut menyebabkan lokomotif dan tiga gerbong tergelincir, sementara dua gerbong lainnya terbalik. Aparat keamanan telah menutup area tersebut dan operasi penyelamatan sedang berlangsung.
Seorang pejabat keamanan mengatakan sebuah kendaraan bermuatan bahan peledak menabrak salah satu gerbong kereta di daerah pemukiman, dan beberapa korban tewas adalah penghuni gedung apartemen di dekatnya.
Korban Tewas Akibat Ledakan Tambang Batu Bara di China Jadi 90 Orang
Jumlah korban tewas akibat ledakan tambang batu bara di Daerah Qingyuan, Provinsi Shanxi, China utara, pada Jumat malam, 22 Mei bertambah menjadi 90 orang.
VIVA.co.id
23 Mei 2026

4 hours ago
2
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3432220/original/050867700_1618724332-hush-naidoo-yo01Z-9HQAw-unsplash.jpg)