Jakarta, VIVA – Industri film Indonesia bersiap menyambut warna baru di genre horor lewat kehadiran Ain, karya terbaru dari MVP Pictures bersama Manara Films. Film yang dijadwalkan tayang mulai 7 Mei 2026 ini hadir membawa konsep tak biasa: horor tanpa hantu, namun penuh teror perubahan tubuh yang mengerikan.
Disutradarai sekaligus ditulis Archie Hekagery, Ain mencoba keluar dari pola horor konvensional yang identik dengan sosok gaib atau kisah mistis. Kali ini, ketakutan justru datang dari obsesi manusia sendiri. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Cerita berpusat pada Joy Putri, seorang beauty influencer yang haus popularitas. Ia terobsesi mendapatkan 10 ribu penonton saat siaran langsung dan rela melakukan apa pun demi mengejar angka viewers tersebut.
Namun ambisi Joy berubah menjadi bencana setelah ia mengabaikan peringatan sahabatnya, Dini, tentang bahaya ain—pandangan iri atau kagum yang dipercaya bisa membawa dampak buruk. Sejak saat itu, tubuh Joy perlahan berubah secara mengerikan hingga hidupnya menjadi mimpi buruk.
Archie Hekagery mengungkapkan sejak awal dirinya memang ingin membuat film yang bertumpu pada kekuatan karakter, bukan sekadar banyaknya pemain.
"Sebenarnya konsepnya gak mau banyak pemain. Nulisnya juga cuma 2 pemain. Kuncinya memang harus dari pemainnya dulu kalau pemainnya kuat filmnya juga kuat," ujarnya saat konferensi pers di XXI Epicentrum, Jakarta Selatan, Rabu 29 April 2026.
![]()
Ia bahkan menyebut Ain sebagai film body horror tanpa unsur setan pertama yang tayang di bioskop Indonesia.
"Film body horor tanpa setan pertama yang ada di bioskop," klaimnya.
Tantangan terbesar selama produksi, menurut Archie, ada pada adegan transformasi tubuh Joy yang membutuhkan detail tinggi.
"Seluruh adegan topengnya joy itu susah banget. Sangat menantang setiap adegannya," ucapnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pemeran utama Fergie Britanny mengaku proyek ini menjadi pengalaman paling menantang sepanjang kariernya. Selain tampil dominan di layar, ia juga harus menjalani banyak adegan dengan prostetik dan situasi ekstrem.
"Jujur ini pengalaman pertama screentime sebanyak ini dan prostetik sebanyak ini. Yang waktu aku di bathub itu aku masuk ke air aku panik banget karena aku udah keluar tapi airnya masih di dalem. Sama adegan pas berantem itu," ucapnya.
Halaman Selanjutnya
Sementara itu, Putri Ayudya tertarik sejak awal karena tema film ini dianggap berbeda dan membuka wawasan baru baginya.

2 hours ago
2



























