Tok! Bank Mandiri Gelontorkan Rp1,17 Triliun untuk Buyback Saham Demi Jaga Kepercayaan Investor”

2 hours ago 3

Kamis, 30 April 2026 - 18:30 WIB

Jakarta, VIVA – Emiten perbankan pita emas, PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), semakin agresif menjaga kepercayaan investor. Selain membagikan dividen jumbo, perseroan mengantongi restu untuk melakukan aksi pembelian kembali (buyback) saham sebanyak-banyaknya Rp1,17 triliun.

Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar pada 29 April 2026, periode buyback akan dilakukan hingga 12 bulan setelah persetujuan RUPST, yaitu tanggal 29 April 2027. Saham hasil buyback akan disimpan sebagai saham treasuri dan dialihkan melalui Program Kepemilikan Saham bagi karyawan, Direksi, dan anggota Dewan Komisaris Non-Independen, sesuai ketentuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Langkah ini ditempuh untuk menjaga kepercayaan investor terhadap prospek jangka panjang perseroan yang ditopang fundamental solid," ungkap Manajemen Perseroan dikutip dari keterangan tertulis, Kamis, 30 April 2026. 

Aksi buyback tidak lepas dari kinerja solid perseroan sepanjang tahun buku 2025 hingga kuartal I-2026. Perseroan mencatat laba bersih konsolidasi sebesar Rp 56,3 triliun pada 2025. 

Ilustrasi Uang

Photo :

  • Freepik/rawpixel.com

Capaian ini ditopang pertumbuhan kredit 13,4 persen secara tahunan (year on year/YoY) menjadi Rp1.895 triliun. Dana Pihak Ketiga (DPK) ikut tumbuh signifikan 23,9 persen secara tahunan menjadi Rp2.106 triliun.

Kinerja positif berlanjut pada awal 2026. Hingga kuartal I-2026, emiten dengan kode BMRI membukukan laba bersih konsolidasi Rp 15,4 triliun atau tumbuh 16,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Profitabilitas terjaga dengan Return on Equity (ROE) bank only di level 22,1 persen sementara permodalan kuat tercermin dari Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 19,7 persen.

Dari sisi intermediasi, penyaluran kredit bank only mencapai Rp 1.530 triliun atau melonjak 17,4 persen secara yoy dan melampaui rata-rata industri. Kualitas aset tetap terjaga yang tercermin dari rasio non-performing loan (NPL) gross di level 0,98 persen. Sementara itu, DPK hingga Maret 2026 tumbuh 21,1 persen secara yoy menjadi Rp 1.675 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perseroan juga menyetujui pembagian dividen senilai Rp 44,47 triliun atau setara 79 persen dari laba bersih Tahun Buku 2025. Ini menjadi  tertinggi sepanjang sejarah perseroan. 

"Hal ini mencerminkan komitmen Perseroan dalam menghadirkan nilai optimal bagi negara dan seluruh pemegang saham, tanpa mengurangi kapasitas Bank Mandiri untuk terus tumbuh," ujar Direktur Utama Bank Mandiri, Riduan. 

Halaman Selanjutnya

Hingga penutupan perdagangan Kamis, 30 April 2026, harga saham BMRI terkoreksi seiring anjloknya Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Saham BMRI merosot 0,90 persen atau 40 poin sehingga diperdagangkan pada level 4.390. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |