Jakarta, VIVA – Batuk, flu, atau sesak napas kerap dianggap masalah kesehatan ringan yang akan sembuh dengan sendirinya. Namun pada orang dewasa, terutama lansia dan mereka yang memiliki penyakit penyerta, gangguan pernapasan dapat berkembang menjadi kondisi serius yang memengaruhi kualitas hidup hingga kemandirian sehari-hari.
Peringatan Pekan Imunisasi Dunia yang jatuh setiap akhir April kembali mengingatkan bahwa perlindungan kesehatan tidak hanya penting bagi anak-anak. Orang dewasa juga perlu memberi perhatian lebih terhadap risiko penyakit pernapasan seperti influenza, COVID-19, Respiratory Syncytial Virus (RSV), dan penyakit pneumokokus. Scroll untuk tahu lebih lanjut, yuk!
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Isu ini menjadi semakin relevan di Indonesia yang tengah memasuki fase penuaan populasi. Jumlah penduduk usia lanjut terus meningkat, sementara kelompok ini termasuk paling rentan mengalami komplikasi akibat infeksi pernapasan.
Selain faktor usia, risiko juga lebih tinggi pada orang dengan kondisi kesehatan tertentu seperti diabetes, hipertensi, penyakit jantung, maupun gangguan paru kronis. Saat infeksi datang, dampaknya tidak hanya berupa sakit sementara, tetapi bisa mengganggu mobilitas, aktivitas bekerja, hingga kemampuan merawat diri sendiri.
Menurut Deborah Seifert, Cluster Lead Pfizer untuk Malaysia, Singapura, Indonesia, dan Filipina, masih banyak orang dewasa yang peduli pada kesehatan tetapi menunda langkah pencegahan.
"Di keempat pasar kami, kami melihat adanya kesenjangan yang jelas antara apa yang diharapkan orang dewasa untuk kesehatan mereka dan langkah yang mereka ambil untuk menjaganya. Banyak orang dewasa sangat peduli untuk tetap sehat, namun percakapan mengenai kesehatan pernapasan sering kali ditunda hingga terasa mendesak," ujar Deborah dalam keterangannya, dikutip Kamis 30 April 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"For the Reasons that Matter dihadirkan untuk membuat percakapan ini lebih relevan, lebih dekat dengan kehidupan sehari-hari, dan mendorong tindakan nyata. Kampanye ini bertujuan membantu orang dewasa tetap sehat, dengan tenaga kesehatan memainkan peran penting dalam membimbing percakapan tersebut," sambungnya.
Dokter Spesialis Penyakit Dalam, Dr. Dirga Sakti Rambe, mengatakan penyakit pernapasan di Indonesia juga dipengaruhi pola musim, sehingga kewaspadaan penting ditingkatkan terutama saat musim hujan.
Halaman Selanjutnya
"Data mengenai musim hujan di Indonesia menunjukkan bahwa penyakit pernapasan seperti infeksi RSV dan influenza di sini bukanlah sesuatu yang terjadi secara acak. Penyakit ini bersifat musiman, dapat diprediksi, dan bagi orang dewasa dengan penyakit kardiovaskular, diabetes, atau kondisi kronis lainnya, infeksi pneumonia bisa benar-benar menjadi risiko serius yang dapat berakhir dengan kematian," bebernya.

1 hour ago
1



























