H-7 Lebaran, 16 Ribu Kendaraan Padati Jalur Nagreg Menuju Garut dan Tasikmalaya

8 hours ago 1

Sabtu, 14 Maret 2026 - 19:07 WIB

Bandung, VIVA – Arus kendaraan pemudik yang melintasi kawasan Nagreg, Kabupaten Bandung, mulai mengalami peningkatan pada H-7 Lebaran 2026. Hingga pukul 15.00 WIB, tercatat sekitar 16 ribu kendaraan melintas menuju arah Garut dan Tasikmalaya.

Sebagian besar kendaraan yang melintas di jalur tersebut didominasi oleh sepeda motor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kapolrestabes Bandung, Aldi Subartono, mengatakan pihak kepolisian telah mendirikan pos terpadu di kawasan Nagreg sebagai langkah antisipasi terhadap potensi kepadatan arus mudik tahun ini.

Menurutnya, pendirian pos terpadu tersebut merupakan hasil evaluasi dari pengamanan arus mudik pada tahun sebelumnya.

“Berdasarkan analisa dan evaluasi tahun sebelumnya, kami bersama Bapak Kapolda menyimpulkan bahwa pos terpadu lebih efektif didirikan di Nagreg karena jalur ini merupakan sentral arus kendaraan yang menuju Garut dan Tasikmalaya,” kata Aldi, Sabtu (14/3/2026).

86 Personel Gabungan Disiagakan

Di pos terpadu Nagreg, sebanyak 86 personel gabungan diterjunkan untuk melakukan pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas selama masa mudik Lebaran 2026.

Personel tersebut berasal dari unsur Kepolisian Negara Republik Indonesia, Tentara Nasional Indonesia, serta dinas terkait lainnya.

Berdasarkan data sementara hingga pukul 15.00 WIB, jumlah kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya mengalami peningkatan dibandingkan hari sebelumnya yang tercatat sekitar 9 ribu kendaraan.

“Artinya sudah mulai ada peningkatan kendaraan yang mengarah ke Garut dan Tasikmalaya dibandingkan kemarin. Tanda-tanda arus mudik juga mulai terlihat, terutama kendaraan roda dua,” katanya.

Puncak Mudik Diprediksi H-3 Lebaran

Kepolisian memperkirakan puncak arus mudik di jalur tersebut akan terjadi pada H-3 hingga H-2 Lebaran.

Untuk mengantisipasi kepadatan kendaraan, polisi telah menyiapkan sejumlah rekayasa lalu lintas, salah satunya dengan penerapan sistem one way secara situasional di jalur arteri Nagreg.

Rekayasa lalu lintas tersebut akan dilakukan melalui koordinasi dengan kepolisian di wilayah Garut dan Tasikmalaya serta mendapat persetujuan dari Polda Jawa Barat.

"Jika volume kendaraan dari arah Jakarta meningkat tajam, kendaraan dari arah sebaliknya akan dilakukan penundaan sementara guna mengurai kemacetan," katanya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Titik Rawan Kepadatan

Selain itu, pos terpadu Nagreg juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung seperti ambulans, mobil derek, serta personel siaga untuk penanganan cepat apabila terjadi kecelakaan atau gangguan lalu lintas.

Halaman Selanjutnya

Petugas juga memberikan perhatian khusus pada sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan kepadatan kendaraan di sepanjang jalur dari Cileunyi hingga Nagreg.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |