Minggu, 1 Maret 2026 - 19:04 WIB
Palestina, VIVA – Kelompok Palestina Hamas menyatakan dukacita mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei usai serangan 'kejam' yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
“Dia memberikan segala bentuk dukungan politik, diplomatik, dan militer kepada rakyat kami, perjuangan kami, dan perlawanan kami,” kata Hamas dalam sebuah pernyataan dilansir dari Al Jazeera, Minggu, 1 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kepulan Asap Pasca Serangan ke Iran
Photo :
- Fatemeh Bahrami/Anadolu via Getty Images.
Hamas menilai pemerintah AS dan Israel harus bertanggungjawab penuh atas agresi terang-terangan dan kejahatan keji terhadap kedaulatan Republik Islam Iran, serta dampaknya yang serius terhadap keamanan dan stabilitas kawasan.
Hamas juga menyatakan bahwa negara-negara Arab dan Muslim memiliki “Tanggung jawab politik, hukum, dan historis untuk mengambil tindakan segera dan tegas."
Sebelumnya, media milik pemerintah Iran resmi mengonfirmasi kabar kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, setelah rentetan serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Akibat serangan mematikan itu, Ali Khamenei beserta keluarga intinya tewas.
Dilansir dari Al Jazeera, keluarga sang pemimpin Ali Khamenei dilaporkan tewas, laporan itu menyebutkan bahwa, "Media pemerintah Iran mengatakan putri, menantu laki-laki, dan cucu Khamenei juga tewas."
Menyusul dengan kematian Ali Khamenei dan keluarganya, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.
Sementara, gelombang baru serangan rudal telah diluncurkan Iran terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, demikian diumumkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Minggu, 1 Maret 2026.
"Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," kata IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut diarahkan ke 27 titik, antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, dan sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv.
"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," demikian pernyataan IRGC.
Prabowo Ingin jadi Mediator Konflik Israel-AS dengan Iran, Begini Respons Jusuf Kalla
Jusuf Kalla menjelaskan bahwa saat ini dunia di bawah kendali Amerika Serikat (AS), termasuk Indonesia yang sudah bersepakat dengan Donald Trump mengenai berbagai hal.
VIVA.co.id
1 Maret 2026

10 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5488987/original/040536100_1769773426-Nobel.jpeg)








