Prabowo Ingin jadi Mediator Konflik Israel-AS dengan Iran, Begini Respons Jusuf Kalla

10 hours ago 4

Minggu, 1 Maret 2026 - 19:02 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Republik Indonesia, Jusuf Kalla alias JK angkat bicara soal rencana Presiden Prabowo Subianto yang menyatakan siap untuk jadi mediator antara Israel-AS dengan Iran.

Jusuf Kalla mengamini niat baik Presiden Prabowo tersebut. Namun, ia mengaku khawatir kesepakatan akan tercapai mengingat konflik Israel dengan Palestina masih terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Ya niat, rencana itu baik saja. Tapi ini situasi yang jauh lebih besar masalahnya. Palestina dengan Israel saja tidak bisa, sulit didamaikan," kata Jusuf Kalla kepada wartawan di Kediamannya, Jakarta, Minggu, 1 Maret 2026.

Presiden RI Prabowo Subianto dan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump

Ia menjelaskan bahwa saat ini dunia di bawah kendali Amerika Serikat (AS), termasuk Indonesia yang sudah bersepakat dengan Negeri Paman Sam tersebut mengenai berbagai macam hal, seperti kesepakatan tarif resiprokal di mana posisinya dinilai merugikan posisi Indonesia.

"Dunia ini sangat ditentukan oleh sifat Amerika dan sayangnya Indonesia telah mengadakan perjanjian tidak seimbang yang sangat merugikan Indonesia. Itu saja kita tidak setara Amerika," kata Jusuf Kalla. 

"Bagaimana mendamaikan orang yang tidak setara? dalam keadaan ini dalam hal perundingan seperti itu," kata dia.

Sebelumnya diberitakan, Presiden Prabowo Subianto menyatakan siap bertolak ke Iran untuk memfasilitasi dialog demi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif.

Dalam siaran resmi Kementerian Luar Negeri (Kemlu), Pemerintah Indonesia menyesalkan gagalnya perundingan antara AS dan Iran, yang telah berdampak pada eskalasi militer di kawasan Timur Tengah.

Indonesia menyerukan seluruh pihak untuk menahan diri dan mengedepankan dialog dan diplomasi. Pemerintah juga menekankan pentingnya menghormati kedaulatan dan integritas wilayah setiap negara serta menyelesaikan perbedaan melalui cara damai.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Pemerintah Indonesia, dalam hal ini Presiden Republik Indonesia, menyampaikan kesiapan untuk memfasilitasi dialog bagi terciptanya kembali kondisi keamanan yang kondusif dan apabila disetujui kedua belah pihak, Presiden Indonesia bersedia untuk bertolak ke Teheran untuk melakukan mediasi," demikian pernyataan Kemlu.

Langkah ini mencerminkan komitmen Indonesia untuk terus berperan aktif dalam menjaga stabilitas global, sejalan dengan politik luar negeri bebas aktif yang selama ini dipegang teguh.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |