Kecam Pembunuhan Khamenei, Putin Nilai Serangan AS-Israel Langgar Norma Kemanusiaan

9 hours ago 3

Minggu, 1 Maret 2026 - 20:30 WIB

Rusia, VIVA – Presiden Rusia Vladimir Putin menyampaikan belasungkawa atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei beserta anggota keluarganya usai diserang Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Pernyataan tersebut dikutip dari nota belasungkawa Putin kepada Presiden Iran Masoud Pezeshkian yang dirilis Kremlin pada Minggu, 1 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam pernyataannya, Putin mengecam pembunuhan Ali Khamenei dan anggota keluarganya sebagai tindakan “sinis” yang melanggar norma kemanusiaan dan hukum internasional.

VIVA Militer: Ayatollah Ali Khamenei

"Mohon terima belasungkawa terdalam saya sehubungan dengan pembunuhan Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, Seyed Ali Khamenei, dan anggota keluarganya, yang dilakukan dengan pelanggaran sinis terhadap semua norma moralitas manusia dan hukum internasional,” kata Putin melalui pernyataannya.

Di sisi lain, Putin menegaskan Ali Khamenei bakal dikenang di Rusia sebagai negarawan terkemuka yang berkontribusi besar dalam mempererat hubungan persahabatan Rusia–Iran hingga mencapai tingkat kemitraan strategis komprehensif.

Putin juga meminta agar simpati dan dukungannya disampaikan kepada keluarga Khamenei, pemerintah, serta seluruh rakyat Iran.

Sebelumnya, media milik pemerintah Iran resmi mengonfirmasi kabar kematian Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, setelah rentetan serangan yang diluncurkan oleh Amerika Serikat (AS) dan Israel. Akibat serangan mematikan itu, Ali Khamenei beserta keluarga intinya tewas.

Dilansir dari Al Jazeera, keluarga sang pemimpin Ali Khamenei dilaporkan tewas, laporan itu menyebutkan bahwa, "Media pemerintah Iran mengatakan putri, menantu laki-laki, dan cucu Khamenei juga tewas."

Menyusul dengan kematian Ali Khamenei dan keluarganya, pemerintah Iran menetapkan masa berkabung nasional selama 40 hari.

Sementara, gelombang baru serangan rudal telah diluncurkan Iran terhadap Israel dan pangkalan militer AS di Timur Tengah, demikian diumumkan Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran, Minggu, 1 Maret 2026.

"Gelombang keenam serangan rudal dan drone ke wilayah Israel dan pangkalan militer AS di kawasan ini telah dimulai," kata IRGC, sebagaimana dikutip kantor berita ISNA.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

IRGC menyampaikan bahwa serangan tersebut diarahkan ke 27 titik, antara lain pangkalan udara Tel Nof di Israel tengah, markas besar angkatan darat Israel, dan sebuah kompleks industri militer di Tel Aviv.

Halaman Selanjutnya

"Angkatan Bersenjata Republik Islam Iran tidak akan membiarkan sirene alarm di Israel dan pangkalan AS menjadi hening, dan kami akan melancarkan tahapan balas dendam yang keras melalui serangan yang bertahap," demikian pernyataan IRGC.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |