Harga Bitcoin Terbang Tembus US$68.000 Usai Serangan AS–Israel ke Iran

1 week ago 4

Senin, 2 Maret 2026 - 16:03 WIB

Jakarta, VIVA – Harga Bitcoin (BTC) melonjak tajam hingga menembus level US$68.000 pada perdagangan Minggu, 1 Maret 2026. Lonjakan terjasi setelah pemerintah Iran mengonfirmasi Pemimpin Tertinggi, Ayatollah Ali Khamenei, tewas dalam operasi yang dilakukan Amerika Serikat (AS) dan Israel. 

Bitcoin terpantau menguat hingga 2,21 persen ke level US$68.196 atau sekitar Rp 1,14 miliar (estimasi kurs Rp 16.830 per dolar AS) setelah kabar tersebut mencuat. Pada pukul 11.00 waktu Singapura, Bitcoin diperdagangkan di kisaran US$67.700 setelah sempat anjlok hingga 3,8 persen pada perdagangan hari sebelumnya. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tidak hanya Bitcoin, Ethereum juga mencatatkan penguatan signifikan sebesar 4,58 persen dan kembali menembus level psikologis US$2.000. Kenaikan aset kripto terbesar kedua di dunia ini mencerminkan meningkatnya minat investor terhadap aset berisiko di tengah ketidakpastian geopolitik global.

Pasar kripto terpantau mengalami guncangan hebat dalam beberapa jam pertama setelah AS dan Israel melancarkan serangan militer. Iran langsung merespons dengan melakukan gempuran balasan ke sejumlah wilayah, termasuk Israel, Qatar, Uni Emirat Arab, serta Bahrain,  dan mengancam pangkalan militer AS di Irak. 

Namun, aset digital mulai pulih seiring sikap investor yang lebih tenang. Pelaku pasar menilai dampak ekonomi konflik kemungkinan tidak separah yang dikhawatirkan ditopang kabar Ali Khamenei meninggal dalam serangan tersebut.

“Para trader umumnya tidak memperkirakan konflik Iran akan berdampak negatif besar terhadap ekonomi global, dan permintaan terhadap opsi beli Bitcoin jelas meningkat dalam beberapa hari terakhir,” ujar Kepala Riset 10x Research, Markus Thielen, dikutip dari Yahoo Finance, Senin, 2 Maret 2026.  

Bitcoin, Ethereum, dan aset kripto lainnya.

 
Data CoinGecko menunjukkan kapitalisasi pasar kripto pulih sekitar US$32 miliar pada Minggu pagi. Sebelumnya, nilai pasar kripto tergerus hingga US$128 miliar dalam satu hari akibat kepanikan pasar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Managing Partner Tokenize Capital, Hayden Hughes, menilai karakteristik unik Bitcoin sebagai aset yang diperdagangkan 24 jam membuatnya menjadi indikator awal reaksi pasar terhadap krisis global. Ia menegaskan harga 'sebenarnya' akan terjadi saat pasar saham AS dan ETF Bitcoin kembali dibuka.

“Bitcoin adalah satu-satunya aset likuid besar yang diperdagangkan 24 jam, sehingga menyerap seluruh tekanan jual yang biasanya tersebar di saham, obligasi, dan komoditas,” kata Hughes. 

Halaman Selanjutnya

Di tengah rebound pesat Bitcoin, tekanan jangka panjang masih membayangi pasar kripto. Bitcoin tercatat masih terkoreksi sekitar 50 persen dari rekor tertinggi sepanjang masa di atas US$126.000 yang tercapai pada Oktober 2025 dan likuidasi besar-besaran posisi leverage senilai US$19 miliar.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |