Harga Emas Dunia Ambles ke Bawah US$4.900, Investor Tinggalkan Aset Safe Haven?

3 weeks ago 5

Rabu, 18 Februari 2026 - 10:02 WIB

Jakarta, VIVA Harga emas dunia jatuh di bawah level psikologis US$4.900 per ons pada perdagangan Rabu, 18 Februari 2026. Penurunan signifikan terjadi saat dolar Amerika Serikat (AS) menguat dan minimnya likuiditas akibat libur Tahun Baru Imlek di sejumlah negara Asia.

Pelemahan ini terjadi setelah dolar AS sempat menguat hingga 0,4 persen sebelum akhirnya bergerak relatif datar. Sehingga harga logam mulia menjadi lebih mahal bagi pembeli yang menggunakan mata uang lain.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari Yahoo Finance, harga emas global melemah 2,3 persen ke posisi US$4.877,87 atau sekitar Rp 82,3 juta (estimasi kurs Rp 16.870 per dolar AS) per ons pada pukul 16.50 waktu New York. Selain emas, harga perak juga ikut merosot 4,1 persen ke level US$73,49 atau sekitar Rp 1,23 juta per ons. 

Perak bahkan terpantau terjun hingga 6 persen sebelum memangkas sebagian kerugiannya. Platinum dan palladium juga mengalami penurunan.

Tekanan terhadap emas muncul seiring sentimen risk-off di pasar ekuitas global dan potensi ketegangan geopolitik di Timur Tengah. Minimnya partisipasi pasar akibat libur panjang di Tiongkok dan sejumlah negara Asia membuat pergerakan harga menjadi lebih volatil.

Analis pasar Forex, Fawad Razaqzada, menilai likuiditas yang tipis membuat arah harga belum sepenuhnya jelas. Terutama untuk melihat momentum yang cukup untuk mendorong harga emas turun lebih dalam atau justru pembeli akan kembali masuk jika dolar AS kembali melemah.

Ia menambahkan, masih ada ruang pelemahan dalam jangka pendek. Peluang koreksi seiring investor melepas posisi aset safe haven dan merealisasikan keuntungan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Ada ruang untuk pelemahan jangka pendek karena investor mulai melepas posisi lindung nilai dan mengambil keuntungan sementara valuasi masih berada di level historis yang tinggi,” katanya.

Emas mencatat reli kuat sepanjang bulan Januari 2026 sebelum mengalami aksi jual tajam di akhir bulan. Setelah sempat menembus US$5.595 per ons, harga emas anjlok mendekati US$4.400 hanya dalam dua hari. Saham-saham perusahaan tambang emas besar Amerika Utara turut melemah mengikuti penurunan harga bullion, termasuk Newmont Corp., Barrick Mining Corp., dan Agnico Eagle Mines Ltd.

Halaman Selanjutnya

Di sisi lain, permintaan ritel yang kuat dari Tiongkok dan India masih menjadi penopang fundamental harga. Data impor India menunjukkan pembelian emas dan perak mendekati rekor tertinggi hingga bulan Januari 2026. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |