Kamis, 29 Januari 2026 - 23:44 WIB
Washington, VIVA – Menteri Luar Negeri Amerika Serikat, Marco Rubio mengatakan hasil penjualan minyak Venezuela saat ini disetorkan ke dalam sebuah rekening yang nantinya akan menjadi rekening Departemen Keuangan Amerika Serikat (AS) di negara AS.
"Minyak yang dikenai sanksi adalah minyak yang pergerakannya memerlukan izin Amerika Serikat," kata Rubio dalam sidang Komite Hubungan Luar Negeri Senat yang membahas Venezuela, Rabu, 28 Januari 2026.
"Minyak tersebut, termasuk hasil penjualannya yang dijual dengan harga pasar dan bukan dengan harga diskon seperti yang sebelumnya harus dilakukan Venezuela, disetorkan ke dalam sebuah rekening yang pada akhirnya akan menjadi rekening yang diblokir oleh Departemen Keuangan AS di Amerika Serikat," tambah Rubio
Rubio menjelaskan bahwa agar otoritas Venezuela dapat mengakses dana tersebut, mereka harus mengajukan permohonan yang merinci penggunaan dana tersebut. Ia menambahkan bahwa sebagian dari hasil penjualan minyak juga akan dialokasikan untuk proses audit guna memastikan dana tersebut digunakan secara tepat.
Diketahui, Amerika Serikat telah merampungkan penjualan pertama minyak Venezuela senilai 500 juta dolar AS (sekitar Rp8,45 triliun), kata seorang pejabat pemerintahan AS.
Pejabat tersebut yang berbicara kepada CNN sebagaimana dilaporkan Anadolu, menyampaikan bahwa penjualan minyak lebih lanjut diperkirakan akan terjadi dalam beberapa hari dan pekan ke depan.
Awal bulan ini, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengatakan bahwa pihaknya berniat untuk mengakses cadangan minyak Venezuela, yang merupakan terbesar di dunia, menyusul intervensi militer AS di negara Amerika Latin tersebut serta penangkapan Presiden Venezuela Nicolas Maduro.
Meskipun tidak jelas dari mana angka tersebut berasal, Trump pada menyatakan 9 Januari bahwa industri minyak akan menyumbang setidaknya 100 miliar dolar AS (sekitar Rp1.690 triliun) untuk memperbaiki sektor energi Venezuela yang rusak.
Ia juga mencatat bahwa AS akan mengekspor 30 hingga 50 juta barel minyak Venezuela bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan AS.
Indonesia Tolak Beli Drone AS dalam Negosiasi Perjanjian Dagang
Indonesia dilaporkan tidak menyetujui permintaan Amerika Serikat agar membeli drone produksi AS yang diajukan dalam rangkaian negosiasi perjanjian perdagangan
VIVA.co.id
29 Januari 2026

4 hours ago
1














