Bandarlampung, VIVA – Pangdam XXI/Radin Inten Mayjen TNI Kristomei Sianturi mengatakan, aplikasi 'Lapor Pangdam' yang dibuatnya merupakan wujud keterbukaan informasi dan partisipasi publik.
"Melalui aplikasi tersebut, masyarakat dapat menyampaikan laporan terkait kinerja Babinsa di wilayah masing-masing," kata Mayjen TNI Kristomei Sianturi, di Bandarlampung, Kamis.
Dia menilai bahwa melalui aplikasi itu, masyarakat juga dapat melaporkan berbagai peristiwa di lingkungan sekitar, seperti jalan rusak, jembatan putus, maupun permasalahan sosial lainnya.
Kapuspen TNI Mayjen TNI Kristomei Siantur
“Laporan masyarakat akan kami tindaklanjuti dan kami hubungkan dengan pemangku kepentingan terkait agar dapat segera ditangani,” ujarnya.
Kristomei menegaskan bahwa Kodam XXI/Radin Inten mendorong seluruh pengambilan keputusan pemerintah daerah harus didasarkan pada data yang akurat dan terukur.
"Sehingga ke depan data yang dikumpulkan melalui Aplikasi Centurion 21 ataupun juga dengan Lapor Pangdam dapat dimanfaatkan oleh pemerintah daerah dalam pengambilan kebijakan yang bermanfaat bagi masyarakat luas," katanya.
Di sisi lain, ia mengatakan bahwa dalam peningkatan kapasitas sumber daya manusia, Kodam Radin Inten telah menandatangani kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
"Kerja sama tersebut membuka peluang bagi prajurit TNI untuk melanjutkan pendidikan di perguruan tinggi serta memberikan ruang bagi mahasiswa untuk terlibat langsung di lapangan melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN). Tentunya Dengan kolaborasi ini, akan tercipta sinergi antara TNI, mahasiswa, masyarakat, dan pemerintah daerah,” katanya Pangdam XXI. (Ant)
Teror Gila OPM Diduga Jadi Penyebab Wapres Gibran Batal ke Yahukimo
Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat (TPNPB) atau OPM mengancam akan menembak Wapres Gibran Rakabuming Raka bersama rombongannya jika menginjak kaki di Yahukimo
VIVA.co.id
15 Januari 2026

4 hours ago
1














