Heboh! Diduga Terlibat Mafia BBM Subsidi, 7 Polisi di Sorong Diperiksa

1 week ago 11

Kamis, 23 April 2026 - 06:00 WIB

Aimas, VIVA - Sebanyak tujuh oknum anggota Polri yang diduga dalam praktik penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi di wilayah Kota Sorong, diperiksa Kepolisian Daerah Papua Barat Daya (Polda PBD).

Pelaksana Tugas Kepala Bidang Humas Polda PBD, Komisaris Polisi Jenny Hengkelare mengatakan tujuh anggota tersebut masing-masing berinisial W, AS, H, E, S, JT, dan Y bertugas di Polres Sorong serta Polda PBD.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia mengatakan, pengungkapan kasus ini setelah ada pengakuan dari salah satu kuasa hukum yang menyebutkan adanya keterlibatan sejumlah oknum polisi dalam penyalahgunaan BBM subsidi. 

“Pengungkapan ini merupakan bagian dari komitmen Polri dalam menindak tegas penyalahgunaan BBM subsidi, khususnya di wilayah Kota Sorong,” tutur dia, dikutip Kamis, 23 April 2026.

Pimpinan Polda PBD, katanya, tidak akan menolerir pelanggaran hukum yang dilakukan oleh oknum internal.

“Kapolda Papua Barat Daya sudah menegaskan bahwa Polri selalu berusaha melaksanakan tugas secara profesional dan proporsional. Tidak ada toleransi bagi anggota yang terlibat dalam pelanggaran hukum,” kata Jenny.

Saat ini proses pendalaman dan penyelidikan kasus itu tengah ditangani oleh Inspektorat Pengawasan Daerah (Irwasda) dan Divisi Profesi dan Pengamanan (Div Propam) Polda PBD. 

"Kita memastikan proses penanganan perkara dilakukan secara transparan dan akuntabel. Jika terbukti bersalah, para oknum akan dikenakan sanksi tegas sesuai ketentuan yang berlaku," ujarnya.

Selain itu, Jenny meminta masyarakat untuk turut berperan aktif dalam mengawasi distribusi BBM subsidi agar tepat sasaran dan tidak disalahgunakan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

Jenny menambahkan, tingginya disparitas harga antara BBM subsidi dan non-subsidi saat ini menjadi celah yang bisa dimanfaatkan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan secara ilegal. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut juga, kata dia, dipengaruhi dinamika global, termasuk kenaikan harga minyak dunia. Meski demikian, pemerintah telah memutuskan untuk tidak menaikkan harga BBM subsidi hingga akhir tahun. 

"Karena itu, pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi kini semakin diperketat guna memastikan penyalurannya tepat sasaran," ujar Jenny. (Ant)

Ketua DPR RI Puan Maharani

Puan Singgung Kenaikan BBM hingga Minyak Goreng: Ini Memberatkan Rakyat!

Ketua DPR RI Puan Maharani menyoroti kenaikan harga kebutuhan pokok hingga bbm imbas dinamika geopolitik global. Menurutnya, hal tersebut membebankan masyarakat.

img_title

VIVA.co.id

23 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |