Kamis, 16 April 2026 - 08:10 WIB
VIVA –Pengguna media sosial belakangan dibuat geram dengan unggahan Donald Trump di akun media sosialnya, Truth pada akhir pekan kemarin. Unggahan itu merupakan gambar AI yang memperlihatkan Trump seolah seperti sosok Yesus.
Gambar AI itu memperlihatkan dirinya mengenakan jubah panjang dengan tangan bercahaya yang diletakkan di atas dahi seorang pria. Menyusul unggahan tersebut, Donald Trump menuai gelombang kecaman dan kritik luas dari berbagai pihak. Bahkan belakangan ini, sejumlah akun diplomatik Iran turut merespons dengan unggahan bernada satir yang menyindir Trump.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman NDTV, Kamis 16 April Kedutaan Besar Iran di Tajikistan ikut meramaikan perdebatan dengan membagikan versi edit dari gambar AI yang sebelumnya diunggah Trump. Dalam versi tersebut, sosok Yesus Kristus digambarkan marah dan menyerang Trump, berbanding terbalik dengan gambar aslinya yang menampilkan Trump seolah berperan seperti Yesus.
Kritik Keras Untuk Trump
Gambar AI yang memperlihatkan Trump sebagai sosok Yesus yang menyembuhkan orang sakit langsung memicu reaksi keras dari aktivis Kristen, komentator konservatif, bahkan sekutunya sendiri. Banyak yang menilai gambar itu sebagai tindakan yang tidak pantas atau bahkan penistaan, dan memperingatkan bahwa hal tersebut bisa menjauhkan basis pendukung evangelisnya. Sejumlah kritikus, termasuk jurnalis evangelis dan uskup Katolik, menegaskan bahwa Tuhan tidak untuk dijadikan bahan olok-olok.
Trump kemudian mengakui bahwa ia memang membagikan gambar tersebut, tetapi menolak anggapan bahwa dirinya digambarkan dalam konteks religius. Kepada wartawan, ia menyebut dalam gambar itu dirinya digambarkan sebagai seorang dokter.
Setelah mendapat tekanan dari kalangan konservatif religius di dalam negeri serta sindiran dari Iran di luar negeri, Trump akhirnya menghapus unggahan tersebut dengan alasan terjadi kesalahpahaman di publik.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Peristiwa ini semakin memperkeruh ketegangan yang melibatkan aspek agama, politik, dan diplomasi. Teheran memanfaatkan gambar tersebut sebagai alat sindiran dalam perseteruannya dengan Amerika Serikat terkait konflik di kawasan.
Sebelumnya, Kedutaan Besar Iran di Afrika Selatan juga sempat membagikan ulang gambar tersebut dengan tambahan keterangan yang menyinggung Jeffrey Epstein. Mereka mempertanyakan apakah sosok pria sakit yang disembuhkan dalam gambar itu sebenarnya adalah Epstein, sebagai bentuk sindiran terhadap hubungan Trump di masa lalu.
Halaman Selanjutnya
Menariknya, Trump membagikan gambar tersebut hanya beberapa jam setelah ia mengunggah pesan lain yang mengkritik Pope Leo XIV, yang dikenal vokal dalam mengecam sikap sepihak Amerika Serikat dan Israel dalam konflik dengan Iran.

1 week ago
8



























