Hegseth Dicecar soal Biaya Perang AS-Iran yang Membengkak hingga Rp507 Triliun

8 hours ago 1

Rabu, 13 Mei 2026 - 19:00 WIB

VIVA –Biaya perang melawan Iran yang dikeluarkan Amerika Serikat melonjak hingga hampir 29 miliar dolar AS atau setara dengan Rp507,5 triliun. Hal ini diungkap Pentagon dalam siding anggaran di Capitol Hill, Selasa waktu setempat. 

Angka tersebut diketahui meningkaat sekitar 4 miliar dolar AS atau setara Rp 70 triliun lebih tinggi dibandingkan perkiraan sebelumnya yang disampaikan departemen pertahanan AS dua pekan lalu. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melansir laman NDTV, Rabu 13 Mei 2026, pernyataan tersebut langsung membuat Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth, Ketua Kepala Staf Gabungan Dan Caine, dan kepala keuangan Pentagon Jules Hurst III dicecar pertanyaan oleh anggota kongres saat memberikan pernyataan mereka terkait permintaan anggaran pertahanan 2027 senilai 1,5 triliun dolar AS atau setara Rp26,25 kuadriliun.

"Pada saat kesaksian sebelumnya... nilainya 25 miliar dolar (Rp 437,5 T). Namun tim staf gabungan dan tim pengawas keuangan terus meninjau estimasi itu, dan sekarang kami memperkirakan angkanya mendekati 29 miliar dolar,” kata Hurst, merujuk pada estimasi yang disampaikan Hegseth pada 29 April lalu.

Dia juga menyebut adanya pembaruan biaya perbaikan dan penggantian peralatan serta biaya operasional yang lebih luas.

Partai Demokrat dan para pengkritik perang lainnya mempertanyakan perhitungan Pentagon. Mereka menilai biaya sebenarnya, termasuk kerusakan akibat serangan Iran, bisa jauh lebih besar.

Saat didesak kapan Kongres akan menerima rincian yang lebih lengkap, Hegseth mengatakan pemerintah akan meminta apa pun yang dirasa perlu secara terpisah dari anggaran Pentagon, tanpa memberikan jadwal pasti.

Kesaksian itu muncul di tengah gencatan senjata AS-Iran yang dinilai semakin rapuh. Trump pada Senin memperingatkan bahwa gencatan senjata berada dalam kondisi 'hidup segan mati tak mau' setelah menolak proposal perdamaian terbaru dari Teheran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Partai Demokrat memanfaatkan sidang tersebut untuk menyerang pemerintah terkait membengkaknya biaya perang dan apa yang mereka sebut sebagai kurangnya transparansi mengenai tujuan AS dalam konflik itu.

"Pertanyaan yang harus dijawab pada akhirnya adalah apa yang sudah kita capai dan berapa biaya yang harus dibayar?" kata anggota Demokrat senior di Komite Anggaran DPR AS,Rosa DeLauro.

Halaman Selanjutnya

Persediaan Senjata Menipis

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |