Kopling Mobil Cepat Aus? Bisa Jadi Masih Lakukan Kesalahan Ini

3 hours ago 3

Rabu, 13 Mei 2026 - 21:30 WIB

Jakarta, VIVA – Kampas kopling merupakan salah satu komponen penting pada mobil transmisi manual. Sayangnya, banyak pengemudi tidak sadar bahwa kebiasaan berkendara sehari-hari justru membuat kopling cepat aus. 

Ilustrasi kopling mobil.

Photo :

  • www.toyota.astra.co.id

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Akibatnya dari itu performa mobil menurun, perpindahan gigi terasa kasar, hingga biaya perbaikan membengkak karena harus mengganti satu set kopling lebih cepat dari seharusnya.

Secara umum, usia kampas kopling bisa mencapai sekitar 80.000 kilometer. Namun umur tersebut sangat bergantung pada cara penggunaan kendaraan. Jika teknik berkendara salah, kampas kopling bisa habis jauh lebih cepat. 

Kebiasaan Setengah Kopling Jadi Penyebab Utama

Salah satu kesalahan paling sering dilakukan pengemudi adalah terlalu sering menggunakan teknik setengah kopling, terutama saat macet atau berhenti di tanjakan. Kebiasaan ini membuat kampas kopling terus bergesekan dengan pressure plate sehingga suhu meningkat dan permukaan kampas cepat menipis. 

Banyak pengendara memakai teknik tersebut agar mobil tidak mundur di tanjakan. Padahal, cara yang lebih aman adalah menggunakan rem tangan lalu melepas kopling secara perlahan saat mobil mulai berjalan.

Kaki Terus Menempel di Pedal Kopling

Kesalahan lain yang sering dianggap sepele adalah membiarkan kaki kiri tetap menempel di pedal kopling saat mobil berjalan. Menurut teknisi otomotif, tekanan kecil dari kaki ternyata tetap membuat kopling bekerja meski tidak diinjak penuh. Akibatnya, komponen kopling terus mengalami gesekan. 

Kebiasaan ini sering dilakukan tanpa sadar, terutama oleh pengemudi pemula. Dalam jangka panjang, kampas kopling bisa aus lebih cepat dibanding penggunaan normal.

Malas Pindah ke Posisi Netral Saat Berhenti

Banyak pengemudi tetap menginjak kopling saat berhenti di lampu merah meski durasinya cukup lama. Padahal, posisi tersebut membuat release bearing dan komponen kopling tetap bekerja terus-menerus. 

Solusinya cukup sederhana, yaitu pindahkan transmisi ke posisi netral saat berhenti lebih dari beberapa detik. Selain membuat kopling lebih awet, kaki juga tidak cepat pegal saat menghadapi kemacetan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penggunaan Gigi Tidak Sesuai Kecepatan

Memakai gigi tinggi saat kecepatan rendah atau memaksa gigi rendah pada kecepatan tinggi juga memperberat kerja kopling. Kondisi ini membuat tenaga mesin tidak tersalurkan dengan optimal dan memicu slip pada kampas kopling. 

Halaman Selanjutnya

Karena itu, pengemudi disarankan menyesuaikan perpindahan gigi dengan putaran mesin dan kondisi jalan agar kerja transmisi lebih ringan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |