Jakarta, VIVA – Pengurus Besar Himpunan Mahasiswa Islam (PB HMI) menyatakan dukungan penuh terhadap kebijakan Presiden Prabowo Subianto yang menurunkan bunga pinjaman ultra mikro PNM Mekaar dari 24 persen menjadi 8 persen.
Kebijakan ini dinilai sebagai langkah berani yang menghadirkan pemerataan keadilan bagi rakyat kecil, sekaligus menjadi koreksi bersejarah atas ketidakadilan dalam sistem pembiayaan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketua Umum PB HMI, Bagas Kurniawan menegaskan bahwa kebijakan ini adalah bentuk nyata keberpihakan negara kepada masyarakat kecil.
Selama bertahun-tahun, pengusaha besar dapat mengakses bunga kredit sekitar 9–10 persen, sementara rakyat miskin justru dibebani bunga hingga 24 persen.
Kondisi tersebut mencerminkan ketimpangan yang tidak sejalan dengan prinsip keadilan sosial. Dengan pemangkasan bunga menjadi 8 persen, negara hadir untuk menghapus beban yang tidak semestinya ditanggung oleh rakyat kecil.
“PB HMI mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto menurunkan bunga pinjaman ultra mikro PNM Mekaar dari 24 persen menjadi 8 persen. Revolusi Bunga ini adalah langkah berani yang menghapus ketidakadilan, menghadirkan pemerataan keadilan, dan memberi kesempatan setara bagi rakyat kecil serta pelaku usaha mikro untuk berkembang,” ujar Bagas dalam keterangan resminya, Rabu, 13 Mei 2026.
Lebih lanjut, PB HMI menilai kebijakan ini bukan sekadar penurunan angka bunga, melainkan simbol keberpihakan pemerintah terhadap rakyat kecil. Dengan bunga yang lebih rendah, jutaan keluarga kecil dan pelaku usaha mikro akan memiliki peluang lebih besar untuk meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, dan memperbaiki taraf hidup mereka.
“Kebijakan ini menghadirkan pemerataan keadilan ekonomi, membuka ruang bagi jutaan keluarga kecil dan pelaku usaha mikro untuk meningkatkan produktivitas, memperluas usaha, dan memperbaiki taraf hidup mereka,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
PB HMI juga menekankan pentingnya tindak lanjut kebijakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan di akar rumput. Penurunan bunga harus diiringi dengan pendampingan usaha, akses pasar, serta penguatan kapasitas UMKM. Tanpa dukungan ekosistem yang memadai, kebijakan ini berisiko tidak optimal.
“PB HMI mendukung penuh kebijakan Presiden Prabowo Subianto memangkas bunga Mekaar menjadi 8 persen. Langkah ini adalah tonggak penting pemerataan keadilan. PB HMI siap mengawal implementasi kebijakan agar manfaatnya benar-benar dirasakan rakyat kecil, sehingga kebijakan ini tidak berhenti sebagai wacana tetapi menjadi realitas yang mengubah kehidupan masyarakat,” tegas Bagas.
Halaman Selanjutnya
PB HMI menegaskan komitmennya untuk menjadi mitra kritis sekaligus konstruktif dalam mengawal kebijakan ini. Organisasi mahasiswa Islam tersebut melihat pemangkasan bunga Mekaar sebagai momentum besar dalam pembangunan ekonomi kerakyatan. Dengan bunga yang lebih rendah, usaha mikro akan lebih berdaya, membuka lapangan kerja baru, dan memperluas kesempatan bagi masyarakat kecil untuk naik kelas.

4 hours ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5555113/original/019639800_1776143107-Mahasiswa_UI_diduga_lakukan_pelecehan_seksual__2_.jpeg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5556554/original/020780300_1776253850-BPJS_Kesehatan.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3301494/original/038090600_1605800346-Tips.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5030100/original/095728600_1732950329-ciri-ciri-urine-penderita-diabetes.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5457086/original/001907200_1766985704-mohammad-o-siddiqui-uXIx0Ss3b-c-unsplash.jpg)
