Helikopter Militer Iran Jatuh di Pasar, Empat Orang Tewas Termasuk Pilot dan Pedagang

2 weeks ago 5

Selasa, 24 Februari 2026 - 19:36 WIB

VIVA Helikopter militer Iran jatuh di sebuah pasar buah di Iran tengah, Selasa, 24 Februari 2026, menewaskan dua pilot militer dan dua pedagang tewas, seperti dilansir Al Jazeera. 

Kecelakaan pada Selasa pagi terjadi di Dorcheh, sebuah kota di provinsi Isfahan, dekat pangkalan udara militer utama Iran, menurut media pemerintah, yang mengatakan penyebabnya kemungkinan adalah kerusakan teknis pada pesawat.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rekaman yang disiarkan oleh media pemerintah dari lokasi kecelakaan menunjukkan puing-puing dan petugas pemadam kebakaran memadamkan api.

Pusat Pelatihan Penerbangan Angkatan Darat, dalam sebuah pernyataan, mengidentifikasi tentara yang tewas sebagai Kolonel Hamed Sarvazad, pilot; dan kopilotnya, Mayor Mojtaba Kiani.

Dua orang yang bekerja di kios mereka di pasar juga dilaporkan tewas di tempat kejadian setelah helikopter jatuh dan terbakar.

Pusat militer mengatakan penyebab kecelakaan sedang diselidiki. Kepala peradilan setempat, Asadollah Jafari, mengatakan dia juga telah membuka kasus dan mengirimkan penyelidik.

Kecelakaan ini terjadi kurang dari seminggu setelah sebuah jet tempur Angkatan Udara Iran, yang dilaporkan merupakan model F-4 buatan Amerika Serikat yang sudah tua, jatuh saat misi latihan larut malam di provinsi Hamadan bagian barat.

Media pemerintah melaporkan bahwa salah satu pilot tewas, tetapi yang lainnya selamat setelah berhasil melontarkan diri. Penyebab kecelakaan itu sedang diselidiki, tetapi media pemerintah mengatakan kemungkinan besar disebabkan oleh kesalahan teknis juga.

Iran sebagian besar tidak mampu meningkatkan armada pesawatnya yang sudah tua, baik militer maupun sipil, sebagai akibat dari sanksi yang telah berlangsung selama beberapa dekade yang diberlakukan oleh AS dan sekutunya.

Iran telah membeli sejumlah pesawat tempur dan pesawat latih dari Rusia, dan telah berupaya untuk membeli jet Su-35 yang canggih, tetapi jet tersebut belum dikirimkan oleh Moskow.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kecelakaan helikopter terjadi di tengah meningkatnya ketegangan antara AS dan Iran sebelum putaran baru pembicaraan nuklir, yang dijadwalkan akan berlangsung di Jenewa, Swiss, pada hari Kamis.

Para pejabat Iran telah memperingatkan bahwa negara itu tidak akan "tunduk" pada tekanan AS karena Washington meningkatkan kehadiran militernya di kawasan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Dalam beberapa minggu terakhir, militer AS telah mengumpulkan ratusan pesawat tempur canggih, baik di pangkalan militer maupun di dua kelompok serang kapal induk, sebagai ancaman untuk menyerang Iran jika gagal mencapai kesepakatan tentang program nuklir dan rudalnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |