Selasa, 24 Februari 2026 - 13:38 WIB
VIVA – Sebuah helikopter militer jenis Mi-17 milik Angkatan Udara Peru jatuh di wilayah pegunungan dekat kota pesisir Chala, Peru selatan, menewaskan 15 orang, termasuk tujuh anak-anak.
Insiden tragis itu terjadi pada Minggu sore saat helikopter terbang dari Lima menuju Arequipa di sepanjang pesisir selatan Peru. Menurut keterangan resmi Angkatan Udara Peru, pesawat dijadwalkan tiba di pangkalan wilayah Arequipa sekitar pukul 16.20 waktu setempat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kontak terakhir dengan helikopter terjadi melalui komunikasi radio di dekat Chala. Beberapa menit kemudian, sistem pelacakan SkyRouter menunjukkan posisi tetap di sebelah timur Chala, dekat desa Chala Vieja. Situasi tersebut langsung memicu status darurat dan operasi pencarian serta penyelamatan diluncurkan dengan dukungan Kepolisian Nasional Peru.
Tim patroli darat mencapai lokasi di daerah pegunungan pada malam hari dan menemukan titik jatuhnya helikopter sekitar pukul 06.30 Senin pagi.
"Sayangnya, tidak ada yang selamat," ujar Komandan Operasi Angkatan Udara, Letnan Jenderal Gregorio César Mendiola Lomparte, dalam konferensi pers. Proses evakuasi jenazah korban masih berlangsung.
Angkatan Udara mengidentifikasi empat awak yang tewas, yakni Mayor Sergio Danner Paucar Centurión, Letnan Satu Luis Fernando Huertas Cárcamo, Bintara Kelas Satu Kamila Chapi Anchapuri Jove, dan Bintara Kelas Dua Leiner Aguirre Huamán.
Selain awak, terdapat 11 penumpang di dalam helikopter, termasuk tujuh anak berusia antara 3 hingga 17 tahun serta empat warga sipil dewasa.
Pihak militer menyebut helikopter tersebut tengah menjalankan misi pencarian dan penyelamatan serta penanggulangan bencana di wilayah Arequipa, yang terdampak banjir dan tanah longsor hingga mengganggu sejumlah ruas Jalan Raya Pan-Amerika.
Angkatan Udara menjelaskan bahwa dalam operasi darurat, warga sipil yang berwenang kerap diizinkan ikut dalam penerbangan logistik pendukung.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Helikopter tersebut terakhir menjalani inspeksi besar pada November 2024 dan telah mencatatkan 287 jam terbang sejak saat itu. Pemeriksaan besar berikutnya dijadwalkan pada 2031.
Dewan investigasi kecelakaan telah dibentuk untuk menyelidiki penyebab jatuhnya helikopter tersebut.
Detik-detik Transjakarta Adu Banteng di Jalur Langit, Puluhan Orang Terluka! Ada yang Patah Tulang
Detik-detik insiden adu banteng dua bus Transjakarta di jalur langit diungkap polisi. Kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 07.15 WIB, Senin, 23 Februari 2026.
VIVA.co.id
23 Februari 2026

2 weeks ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
