Hipertensi Bisa Tingkatkan Risiko Jantung hingga Stroke

10 hours ago 1

Jumat, 11 September 2026 - 23:56 WIB

VIVA –Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi hipertensi pada penduduk usia 18 tahun ke atas mencapai 30,8 persen berdasarkan hasil pengukuran tekanan darah. Sementara itu, prevalensi hipertensi berdasarkan diagnosis dokter tercatat sebesar 8,6 persen. Kesenjangan lebih dari 20 persen antara kedua angka tersebut menunjukkan masih adanya masyarakat yang belum mengetahui bahwa dirinya mengalami hipertensi.

Kondisi ini perlu mendapat perhatian karena hipertensi sering kali tidak menimbulkan gejala, tetapi dapat meningkatkan risiko berbagai komplikasi, termasuk penyakit jantung dan stroke

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Spesialis Penyakit Dalam Konsultan Ginjal-Hipertensi, Dr. Decsa Medika Hertanto, Sp.PD-KGH, FINASIM menjelaskan bahwa hipertensi bukan hanya persoalan tekanan darah yang tinggi, tetapi juga merupakan salah satu faktor risiko penting dalam berbagai kondisi kardiovaskular. Salah satunya adalah atrial fibrillation (AFib), gangguan irama jantung yang menyebabkan detak jantung menjadi tidak teratur.

"Hipertensi yang berlangsung dalam jangka panjang dapat memberikan beban pada jantung dan pembuluh darah, sehingga meningkatkan risiko terjadinya gangguan irama seperti AFib. Pada kondisi AFib, detak jantung yang tidak teratur dapat menyebabkan aliran darah di dalam jantung tidak optimal dan meningkatkan risiko terbentuknya bekuan darah. Jika bekuan tersebut terbawa ke otak, dapat terjadi stroke. Karena itu, pengendalian tekanan darah dan pemahaman terhadap kondisi irama jantung menjadi bagian penting dalam menjaga kesehatan kardiovaskular dan mengurangi risiko komplikasi," ujarnya di Jakarta, Jumat 11 September 2026.

Hubungan antara hipertensi, AFib, dan risiko stroke juga terlihat dalam studi Framingham oleh Wolf et al. (1991). Studi terhadap 5.070 peserta menunjukkan bahwa hipertensi meningkatkan risiko stroke lebih dari tiga kali lipat, sementara AFib dikaitkan dengan peningkatan risiko stroke hampir lima kali lipat. Temuan ini menegaskan pentingnya mengenali dan memantau faktor risiko kardiovaskular.

Iwet Ramadhan Bagikan Pengalamannya Sebagai Penyintas Stroke

Iwet Ramadhan, juga sempat membagikan pengalaman sebagai penyintas stroke. Iwet diketahui mengalami stroke pada tahun 2023. Dijelaskan oleh Iwet bahwa stroke yang dialaminya itu lantaran gaya hidupnya di masa lalu. Iwet menyebut bahwa dulu dirinya terbiasa tidur larut malam karena pekerjaan. Bahkan saat COVID-19 dia pernah mengikuti rapat hingga tengah malam. Berdasarkan pengalaman itu, dirinya tidak mau lagi tidur larut malam.

Halaman Selanjutnya

"Saya selalu tidur jam 12, jam 1 baru tidur. Zaman pandemi saya kerap masih meeting jam 12 malam, itu sangat jelek. Saya memupuk penyakit hipertensi, puncaknya stres, tidur berantakan, olahraga tetap jalan. Kemudian di tahun 2023 stroke, pecah pembuluh darah di lapisan otak," kata dia,

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |