Senin, 2 Maret 2026 - 11:25 WIB
Lebanon, VIVA – Pada Senin pagi, Hizbullah melancarkan serangan roket dan drone yang menargetkan sebuah pangkalan militer di dekat Haifa, Israel Utara. Kelompok bersenjata asal Lebanon yang bersekutu dengan Iran itu menyatakan bahwa serangan tersebut merupakan balasan atas pembunuhan Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei serta respon terhadap serangan Israel yang berulang.
“Pimpinan perlawanan selalu menegaskan bahwa kelanjutan agresi Israel dan pembunuhan terhadap para pemimpin, pemuda, dan rakyat kami memberi kami hak untuk membela diri serta merespons pada waktu dan tempat yang tepat. Muscuh Israel tidak dapat terus melanjutkan agresinya yang telah berlangsung selama 15 bulan tanpa adanya respons peringatan untuk menghentikan agresi tersebut dan menarik diri dari wilayah Lebanon yang diduduki,” demikian pernyataan kelompok itu, merujuk pada serangan Israel yang hampir terjadi setiap hari ke Lebanon seperti dikutip dari laman Al Jazeerah, Senin 2 Maret 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kekerasan ini menandai eskalasi besar dalam konflik yang kian berkembang menjadi perang kawasan antara Amerika Serikat dan Israel di satu pihak, serta Iran beserta sekutu-sekutunya di pihak lain.
Hizbullah, yang beroperasi di luar kendali langsung pemerintah Lebanon, melemah akibat perang pada 2024 yang menewaskan sebagian besar pemimpin militer dan politik kelompok tersebut oleh Israel. Belum jelas seberapa besar kerusakan yang masih dapat mereka timbulkan terhadap Israel atau apakah keterlibatan mereka dapat secara signifikan mengubah keseimbangan kekuatan bagi Iran.
Menyusul dengan serangan tersebut, Israel dengan cepat membalas melalui serangan udara di Beirut bagian selatan. Sejumlah media lokal melaporkan serangan Israel di beberapa desa di Lebanon selatan serta di Lembah Bekaa di bagian timur negara itu.
Militer Israel menyatakan pihaknya secara gencar menyerang Hizbullah di seluruh wilayah Lebanon.
“(Militer Israel]) akan bertindak terhadap keputusan Hizbullah untuk bergabung dalam kampanye ini, dan tidak akan membiarkan organisasi tersebut menimbulkan ancaman terhadap (Israel) serta membahayakan warga di wilayah utara. Organisasi teroris Hizbullah sedang menghancurkan negara Lebanon. Tanggung jawab atas eskalasi ini berada pada mereka, dan [militer Israel] akan merespons dengan tegas terhadap ancaman tersebut,” demikian pernyataan mereka.
Halaman Selanjutnya
Belakangan, militer Israel menyebut telah menargetkan anggota senior Hizbullah di wilayah Beirut dan seorang tokoh kunci di Lebanon selatan, tanpa memberikan rincian lebih lanjut.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
