Huawei Pamer Teknologi Internet Super Ngebut Menuju Era 6G

6 days ago 3

Kamis, 5 Maret 2026 - 13:15 WIB

Jakarta, VIVA - Dalam ajang Mobile World Congress atau MWC 2026 yang digelar di Barcelona, Spanyol, Huawei memperkenalkan rangkaian produk dan solusi berbasis frekuensi U6GHz.

Teknologi ini dirancang untuk memaksimalkan potensi jaringan 5G-Advanced (5G-A) sekaligus membuka jalan menuju implementasi 6G di masa depan. Perkembangan kecerdasan buatan atau AI menjadi salah satu faktor utama yang mendorong kebutuhan jaringan yang lebih cepat dan andal.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data dari International Data Corporation (IDC) menunjukkan bahwa dalam satu tahun terakhir jumlah aplikasi dan perangkat berbasis AI meningkat pesat.

Saat ini, lebih dari 1 miliar pengguna aktif memanfaatkan aplikasi AI setiap bulan di seluruh dunia, sementara lebih dari 50 persen ponsel pintar telah dilengkapi kemampuan AI.

Selain itu, penggunaan perangkat baru seperti kacamata AI dan berbagai perangkat pintar lainnya tumbuh lebih dari 50 persen setiap tahun. Konsumsi komputasi AI bahkan meningkat hingga ratusan kali lipat.

Lonjakan ini menjadi peluang besar bagi industri seluler, namun juga menuntut jaringan yang mampu menangani kebutuhan data yang jauh lebih besar.

Misalnya, interaksi AI yang menggunakan berbagai bentuk data seperti suara, gambar, dan teks membuat kebutuhan trafik uplink meningkat tiga hingga lima kali lipat.

Di sisi lain, banyak aplikasi AI memerlukan respons real-time sehingga membutuhkan latensi sangat rendah dan jaringan yang stabil. Penggunaan agen AI secara luas juga memerlukan konektivitas WAN yang lebih aman dan andal.

Saat ini, teknologi 5G-Advanced telah mulai menjadi standar komersial bagi banyak operator telekomunikasi di dunia. Teknologi ini dipandang sebagai tahap evolusi penting sebelum menuju generasi jaringan berikutnya, yaitu 6G.

Salah satu kunci pengembangan 5G-A adalah pemanfaatan frekuensi U6GHz yang memiliki bandwidth lebih lebar serta cakupan yang luas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah konferensi spektrum global World Radiocommunication Conference 2023 (WRC-23), pita frekuensi ini ditetapkan sebagai salah satu spektrum utama untuk komunikasi seluler.

Sejumlah negara seperti China, Uni Emirat Arab (UEA), Brasil, serta beberapa negara di Eropa telah mulai mengembangkan alokasi dan pengujian frekuensi tersebut.

Halaman Selanjutnya

Perangkat pendukung seperti CPE dan smartphone yang kompatibel dengan U6GHz diperkirakan mulai tersedia secara komersial pada 2026.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |