Jakarta, VIVA - Ketika mobil masuk bengkel, yang sering kali ikut “parkir” adalah aktivitas harian pemiliknya. Berangkat kerja jadi repot, urusan keluarga tertunda, hingga mobilitas harian ikut tersendat. Celah inilah yang coba diserang Hyundai lewat program baru yang tidak sekadar layanan tambahan, tapi berpotensi mengubah ekspektasi konsumen terhadap aftersales di Indonesia.
PT Hyundai Motors Indonesia resmi memperkenalkan Premium Courtesy Car Program, sebuah layanan mobil pengganti bagi pelanggan yang kendaraannya harus menjalani servis atau perbaikan dalam waktu cukup lama. Bukan sekadar gimmick, program ini disiapkan dalam skala besar dengan lebih dari 250 unit kendaraan yang tersebar di jaringan dealer terpilih di berbagai wilayah Tanah Air.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Yang menarik, Hyundai tidak menempatkan layanan ini sebagai “pelengkap”, melainkan bagian dari strategi utama dalam ekosistem myHyundai Care. Artinya, pengalaman kepemilikan tidak berhenti di pembelian unit, tapi berlanjut hingga fase perawatan, bahkan saat mobil tidak bisa digunakan.
Di atas kertas, konsep courtesy car bukan hal baru secara global. Namun di Indonesia, implementasinya masih terbatas dan cenderung eksklusif. Hyundai mencoba memecah pola itu dengan pendekatan lebih luas dan terintegrasi. Bahkan, pelanggan mobil bermesin konvensional (ICE) berkesempatan menjajal kendaraan listrik seperti Hyundai IONIQ 5selama unit tersedia di dealer.
Di sinilah letak “twist” dari program ini. Hyundai tidak hanya menjaga mobilitas pelanggan, tapi juga menyelipkan strategi edukasi pasar. Memberikan pengalaman langsung mengemudi mobil listrik bisa menjadi cara halus untuk mengonversi konsumen konvensional ke elektrifikasi, tanpa harus melalui proses test drive formal.
Presiden Direktur HMID, Kenny Lee, menegaskan bahwa program ini dirancang untuk memastikan pelanggan tetap bisa menjalankan aktivitas harian tanpa gangguan, bahkan saat kendaraan mereka harus menginap di bengkel.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Penyediaan ratusan unit kendaraan pengganti merupakan bentuk komitmen nyata dalam meningkatkan kualitas layanan," kata dia di Jakarta, Kamis 16 April 2026.
Senada, Chief Operating Officer HMID, Fransiscus Soerjopranoto, menyebut program ini bukan hanya soal kenyamanan praktis, tetapi juga kesempatan memperkenalkan teknologi Hyundai kepada lebih banyak pengguna. Dengan kata lain, setiap unit courtesy car juga berfungsi sebagai “duta berjalan”.
Halaman Selanjutnya
Secara teknis, tidak semua kondisi servis otomatis mendapatkan fasilitas ini. Program berlaku untuk kendaraan yang menjalani general repair dengan estimasi pengerjaan lebih dari 1x24 jam, atau body & paint repair yang memakan waktu lebih dari 14 hari. Durasi peminjaman maksimal mencapai 17 hari, dengan opsi perpanjangan tergantung persetujuan dealer.

1 week ago
5



























