Ibas Yudhoyono: Kedaulatan Pangan adalah Syarat Kemerdekaan Sejati

2 weeks ago 4

Jumat, 27 Februari 2026 - 07:51 WIB

Ngawi, VIVA – Wakil Ketua MPR RI Edhie Baskoro Yudhoyono alias Ibas, menegaskan bahwa pangan adalah fondasi kekuatan bangsa.

Menurutnya, dunia saat ini sedang menghadapi ketidakpastian akibat perubahan iklim, krisis pangan global, dan gangguan distribusi. Data FAO menunjukkan lebih dari 700 juta orang di dunia masih mengalami rawan pangan. Indonesia, kata dia, tidak boleh masuk dalam angka tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Hal tersebut diungkap Ibas dalam dialog bersama petani milenial hingga Gen Z di Kabupaten Ngawi, Jawa Timur pada Kamis, 26 Februari 2026.

“Bangsa yang kuat adalah bangsa yang mampu memberi makan rakyatnya sendiri. Kedaulatan pangan adalah syarat kemerdekaan sejati,” kata Ibas dalam keterangannya, dikutip Jumat, 27 Februari 2026.

Secara nasional, produksi beras Indonesia tahun 2025 mencapai sekitar 34–35 juta ton, naik lebih dari 10 persen dibanding tahun sebelumnya. Luas panen nasional telah menembus lebih dari 11 juta hektar, dengan sektor pertanian menyerap lebih dari 29 persen tenaga kerja nasional.

“Artinya satu dari tiga pekerja Indonesia ada di sektor pertanian. Ini tulang punggung bangsa. Tetapi nilai tukar petani masih fluktuatif di angka 110–120. Kesejahteraan belum sepenuhnya stabil. Ini tantangan bersama,” ujarnya.

Di sisi lain, Ibas menyebut Ngawi sebagai salah satu lumbung pangan strategis Jawa Timur. Namun ia menegaskan bahwa Ngawi tidak boleh hanya bergantung pada padi.

Ia mendorong pengembangan sektor jagung hibrida, kedelai lokal, hortikultura, peternakan terpadu, hingga pertanian organik dan beras premium yang memiliki nilai jual lebih tinggi.

“Jangan hanya menanam yang biasa, tanamlah yang memberi nilai. Petani harus masuk ke nilai tambah, bukan hanya produksi mentah,” katanya.

Ia juga menyerap aspirasi kritis petani, mulai dari persoalan distribusi pupuk, harga gabah saat panen raya, perbaikan irigasi, keterbatasan alsintan, hingga akses permodalan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sebagai bentuk komitmen, ia memaparkan realisasi bantuan di Ngawi dalam beberapa tahun terakhir, antara lain, pompa air, traktor roda 4, traktor roda 2, handsprayer, power thresher, corn sheller, bioflok, UPPO, vitalisasi tambak, bantuan alat pertanian dan vitamin tanaman.

“Ini bukan sekadar program. Ini bentuk kawalan dan keberpihakan nyata. Tapi kita tidak boleh berhenti,” tegasnya.

Halaman Selanjutnya

Selain itu, ia juga menyoroti peluang besar dari program Makan Bergizi Gratis (MBG). Dengan proyeksi puluhan juta penerima, kebutuhan beras nasional diperkirakan mencapai ratusan ribu ton per bulan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |