Jakarta, VIVA – IHSG dibuka menguat 5 poin atau 0,09 persen di level 6.446 pada pembukaan perdagangan Senin, 21 September 2026.
Head of Retail Research Analyst, Fanny Suherman memprediksi, IHSG bakal rebound pada perdagangan hari ini.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"IHSG hari ini berpotensi teknikal rebound di range 6.500-6.550," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 21 September 2026.
Ilustrasi papan IHSG.
Photo :
- VIVA/Muhamad Solihin
Bursa Asia menguat pada perdagangan Jumat pekan lalu, sementara dolar AS stabil dan Yen melemah. Di Jepang, indeks Nikkei 225 melesat 1,4 persen dan Topix melemah 0,07 persen. Sementara itu, Bank of Japan (BoJ) memutuskan untuk menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 bps menjadi 1,25 persen.
"Pengetatan moneter tersebut dilakukan menyusul meningkatnya risiko inflasi serta tekanan kebijakan dari AS," kata Fanny dalam riset hariannya, Senin, 21 September 2026.
Di sisi lain, Hang Seng Hong Kong menguat 0,6 persen, Taiex Taiwan meningkat 1,9 persen, Kospi Korea Selatan melonjak 2,7 persen, dan ASX 200 Australia turun tipis 0,01 persen. Selain itu, Straits Times turun 0,08 persen dan FTSE Malaysia melemah 0,55 persen.
Harga minyak Brent turun hampir 1 persen menjadi US$103,87/bbl. Penurunan terjadi setelah muncul harapan adanya jalur alternatif, untuk mengalirkan pasokan minyak dari Timur Tengah ke pasar global. Namun, risiko gangguan pasokan masih menjadi perhatian, karena konflik antara Arab Saudi dan kelompok Houthi di Yaman masih berlangsung.
Di domestik, RDG BI dijadwalkan akan diputuskan kembali pada tanggal 22-23 September 2026. Konsensus memperkirakan BI akan tetap menahan suku bunga acuan di posisi 5,75 persen, meskipun The Fed baru saja menaikkan suku bunga sebesar 25 bps menjadi 3,75-4,00 persen.
"Support IHSG berada di level 6.400-6.320 sementara resist IHSG di rentang 6.500-6.550," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai informasi, Wall Street menutup perdagangan Jumat pekan lalu dengan pergerakan beragam, setelah menjalani pekan yang volatil. Kekhawatiran inflasi kembali menjadi perhatian investor, karena yield US Treasury menembus 5 persen sementara harga minyak mentah bertahan di atas US$ 100/bbl.
Indeks Dow Jones turun 95,40 poin (0,18 persen); S&P 500 naik 12,74 poin (0,17 persen); dan Nasdaq Composite menguat 104,25 poin (0,40 persen). Sementara itu, kekhawatiran terhadap inflasi tetap menjadi perhatian utama pasar, setelah harga minyak mentah bertahan di atas US$ 100/bbl.
Halaman Selanjutnya
Namun, harga minyak berbalik melemah dari level tertingginya pada sesi perdagangan. Pergerakan tersebut terjadi setelah China, atas permintaan Arab Saudi, meminta Iran membatasi serangan kelompok Houthi terhadap infrastruktur minyak Arab Saudi.

3 hours ago
2




















