Senin, 21 September 2026 - 08:13 WIB
VIVA –Presiden China, Xi Jinping dan presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump dijadwalkan akan bertemu di Washington D.C Kamis pekan ini. Pertemuan keduanya akan membahas sejumlah isu termasuk kecerdasan buatan (AI) hingga perdagangan antar kedua negara.
Pertemuan diantara keduanya ini seolah menegaskan bahwa hubungan AS dan China baik-baik saja. Hal ini diperkuat oleh klaim Trump bahwa hubungan AS dengan China berjalan produktif jelang pertemuan tersebut. Namun di sisi lain, seorang pakar dari Gatestone Institute, Gordon Chang memperingatkan bahwa hubungan diantara kedua negara itu kini berada dalam periode yang sangat berbahaya. Dia bahkan menyebut Xi sedang mempersiapkan China untuk menghadapi kemungkinan perang dengan AS dan mempersiapkan pasukannya untuk bertempur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Xi Jinping terus berbicara tentang kemungkinan berperang melawan kita. Dia juga sedang mempersiapkan masyarakat China, baik sipil maupun militer, untuk menghadapi perang. Sementara kita merasa sedang dalam kondisi damai. Jadi, ini adalah periode yang sangat berbahaya bagi kita," kata Chang dalam acara “Fox News Live”, Minggu.
Pernyataan Chang muncul di tengah laporan yang menyebut China membantu Iran dalam serangan yang menewaskan tiga tentara AS di Yordania pada awal musim panas ini. Menurut laporan The Wall Street Journal, Iran diduga menerima gambar satelit sebuah pangkalan udara di Yordania dari sejumlah pihak di China sebelum melancarkan serangan tersebut.
Chang mengecam China karena diduga memberikan data penargetan kepada Iran yang berujung pada tewasnya personel militer AS. Menurutnya, Trump harus benar-benar mengambil sikap lebih tegas terhadap China. Ia juga berpendapat bahwa dialog terbuka yang dilakukan AS dengan China selama beberapa dekade justru membuat situasi semakin buruk bagi AS.
"Terlepas dari bagaimana seseorang memandang pembicaraan strategis yang dilakukan AS dengan China, ada dimensi moral di sini karena China dengan sengaja membunuh warga Amerika," ujarnya.
Para pakar memperkirakan pertemuan Trump dan Xi pekan ini akan jauh berbeda dibandingkan pertemuan mereka pada Mei. Sejak saat itu, konflik di Timur Tengah semakin meningkat, sementara persaingan dalam pengembangan AI antara AS dan China juga semakin sengit.
Halaman Selanjutnya
Chang menilai Trump tidak akan mendapatkan respons yang lebih baik dalam pembahasan mengenai AI dibandingkan yang diterima mantan Presiden AS Joe Biden saat bertemu Xi pada 2023. Menurutnya, posisi Xi saat ini membuat pemimpin China tersebut sulit berkompromi.

4 hours ago
1




















