Rupiah Melemah ke Rp 17.779 Dibayangi Defisit APBN Agustus & Lonjakan Harga Minyak

3 hours ago 1

Senin, 21 September 2026 - 09:17 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) diprediksi akan bergerak melemah pada perdagangan hari ini.

Berdasarkan data Jakarta Interbank Spot Dollar Rate atau Jisdor BI, kurs rupiah terhadap dolar AS berada di level Rp 17.745 pada Jumat, 18 September 2026. Posisi rupiah itu menguat 8 poin dari kurs sebelumnya di level Rp 17.753 pada perdagangan Kamis, 17 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara perdagangan di pasar spot pada Senin, 21 September 2026 hingga pukul 09.07 WIB rupiah ditransaksikan di Rp 17.779 per dolar AS. Posisi itu melemah 21 poin atau 0,12 persen dari posisi sebelumnya di level Rp 17.800 per dolar AS.

Ilustrasi hegemoni dolar AS

Pengamat ekonomi dan pasar uang, Ibrahim Assuaibi mengatakan, defisit APBN hingga akhir Agustus 2026 tetap terjaga di level 0,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Pendapatan negara lebih rendah dari belanja yakni Rp 2.055,6 triliun atau mencapai 65,2 persen dari target dalam APBN 2026. Sementara belanja tercatat mencapai Rp 2.295,7 triliun.

"Dengan demikian, defisit mencapai Rp 240,1 triliun atau 0,9 persen. APBN dinilai tetap kuat dengan keseimbangan primer positif (Rp 154 triliun) dan defisit dalam batasan terkendali," kata Ibrahim dalam riset hariannya, Senin, 21 September 2026.

Angka defisit ini sebelumnya sudah disampaikan Purbaya Yudhi Sadewa minggu lalu. Secara keseluruhan tahun, pemerintah memperkirakan defisit APBN hingga akhir tahun 2026 akan berada di sekitar 2,85 persen dari PDB (atau setara Rp 734,3 triliun), sedikit di atas target awal APBN yang sebesar 2,68 persen dari PDB.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, kenaikan harga minyak mentah dunia akibat memanasnya tensi geopolitik di Timur Tengah dan Eropa Timur, serta fenomena El Nino pada tahun 2026, kembali menjadi perhatian pasar. Kondisi panas dan kering yang berlangsung disejumlah wilayah indonesia meningkatkan risiko terhadap sektor pertanian, ketersediaan air, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) juga terus mengingatkan mengenai kondisi kemarau dan potensi kekeringan diberbagai wilayah sampai akhir tahun 2026. Persoalannya, El Nino bukan hanya tentang perubahan cuaca. Jika tidak diantisipasi dengan baik, fenomena ini dapat memberikan tekanan baru terhadap perekonomian Indonesia terutama melalui jalur pangan dan Inflasi.

Halaman Selanjutnya

"Mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup melemah di rentang Rp 17.750-Rp 17.800," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |