Mengintip Magnet Baru Kota Sydney

4 hours ago 1

Senin, 21 September 2026 - 08:31 WIB

VIVA - Sydney tak sekadar menawarkan pemandangan indah dan gaya hidup kosmopolitan. Di balik citra tersebut, kota terbesar di Australia ini terus berkembang sebagai ruang bertemunya modal, talenta, dan gagasan.

Bagi Founder and CEO One Global, Iwan Sunito, Sydney berada dalam kategori sebuah kota global yang tak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga peluang bisnis dari berbagai penjuru dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Sydney bukan hanya tentang pemandangan yang indah atau gaya hidup. Bagi banyak orang, Sydney adalah tempat untuk bertemu, bertukar gagasan, melihat peluang, dan memahami bagaimana sebuah kota global terus berkembang,” ujarnya.

Menurut dia, dinamika tersebut membuat Sydney tetap relevan sebagai salah satu titik penting dalam percakapan mengenai bisnis, investasi, inovasi, dan konektivitas global.

Kemudian, sang taipan properti Australia ini juga berkesempatan menerima kunjungan Sandiaga Uno, mantan Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, yang datang ke Sydney bersama delegasi Surabaya Business Forum.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian acara Sydney Business Insights and Mini Marathon yang mempertemukan komunitas bisnis Indonesia dengan berbagai perspektif mengenai bisnis, investasi, pariwisata, serta perkembangan Sydney.

“Saya telah mengenal Sandiaga cukup lama, sejak menjabat sebagai Wakil Gubernur DKI Jakarta. Pertemuan kali ini terasa cukup spesial. Kami tidak hanya berbicara mengenai bisnis, tetapi juga bertukar pikiran dan ide, serta melihat berbagai perkembangan dari perspektif masing-masing,” tuturnya.

Hubungan Indonesia dan Sydney juga kembali terasa secara personal ketika Mari Elka Pangestu, mantan Menteri Perdagangan dan mantan Managing Director of Development Policy and Partnerships World Bank, berkunjung ke Sydney dalam rangka perjalanannya mengikuti Sydney Marathon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Tentu menyenangkan bisa bertemu, berbincang dan bertukar pandangan dengannya saat berada di Sydney. Pembicaraannya pun tidak hanya mengenai bisnis, tetapi juga mengenai bagaimana Indonesia dan Australia terus berkembang dan memiliki banyak ruang untuk saling terhubung,” ungkap Iwan.

Menurutnya, daya tarik Sydney bagi investor tidak semata-mata ditentukan oleh sektor properti. Ekosistem kota secara keseluruhan—mulai dari infrastruktur, konektivitas internasional, pendidikan, pariwisata, lifestyle, hingga lingkungan bisnis—menjadi bagian dari pertimbangan seseorang melihat peluang investasi di kota pelabuhan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Fenomena tersebut juga tercermin dari perkembangan One Global Resorts Green Square. Di rentang sepanjang Januari hingga Juni 2026, hotel bintang lima tersebut mencatat okupansi rata-rata 95,07 persen, dengan gross income sebesar AU$10,8 juta.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |