IHSG Dibuka Menghijau Cenderung Sideways, Bursa Asia-Pasifik dan Wall Street Menguat

1 week ago 13

Kamis, 16 April 2026 - 09:02 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka menguat 39 poin atau 0,52 persen di level 7.663 pada pembukaan perdagangan Kamis, 16 April 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi sideways alias datar pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG berpotensi bergerak sideways di area 7.500-7.700," kata Fanny dalam riset hariannya, Kamis, 16 April 2026.

Dia mengatakan, Bursa Asia-Pasifik menguat pada Rabu kemarin, mengikuti penguatan Wall Street pada perdagangan Selasa sebelumnya. Hal itu seiring meningkatnya harapan tercapainya solusi diplomatik antara AS dan Iran, yang turut menekan harga minyak.

Seorang pejabat Gedung Putih menyebut, putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran tengah di bahas, meskipun belum ada jadwal resmi.

Presiden AS, Donald Trump juga menyatakan, pihak Iran menunjukkan keinginan kuat untuk mencapai kesepakatan.

Indeks Kospi Korea Selatan melonjak 2,07 persen, dan Kosdaq melesat 2,72 persen. Sementara itu, indeks Nikkei 225 Jepang menguat 0,44 persen, dan Topix naik 0,40 persen.

Selain itu, S&P/ASX 200 Australia bertambah 0,09 persen, Hang Seng Hong Kong naik 0,29 persen, dan Taiex Taiwan menguat 1,17 persen. Di sisi lain, FTSE Straits Times naik 0,27 persen sedangkan FTSE Malay KLCI turun 0,28 persen.

"Support IHSG berada di level 7.500-7.600 sementara resist IHSG di rentang 7.650-7.770," ujarnya," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup naik ke rekor tertinggi (all time high) pada perdagangan Rabu kemarin, seiring investor yang mulai mengabaikan kekhawatiran terhadap perang Iran dan kembali memburu aset berisiko.

Indeks S&P 500 naik 0,80 persen, sementara Nasdaq Composite melonjak 1,59 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average melemah 0,15 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dari sisi geopolitik, Presiden AS, Donald Trump, kembali memberi sinyal optimisme terkait konflik tersebut. Dalam wawancara dengan Fox Business, dia menyebut perang Iran ‘sangat dekat dengan akhir’ dan menegaskan bahwa Iran disebut-sebut sangat ingin mencapai kesepakatan.

Seorang pejabat Gedung Putih kepada CNBC mengungkapkan, putaran kedua negosiasi antara Washington dan Teheran masih dalam pembahasan, meski belum ada jadwal resmi yang ditetapkan.

Presiden Donald Trump dan Presiden Xi Jinping dalam pertemuan APEC summit, di Busan

Gedung Putih: China Janji ke Trump, Tak Pasok Senjata ke Iran

Gedung Putih mengatakan bahwa Presiden China Xi Jinping telah meyakinkan Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa Beijing tak akan memasok senjata apapun ke Iran.

img_title

VIVA.co.id

16 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |