Jakarta, VIVA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali bergerak di zona merah pada sesi II perdagangan Jumat, 19 Juni 2026. Memasuki perdagangan siang, tekanan jual masih membayangi pergerakan indeks sehingga IHSG belum mampu keluar dari tren pelemahan yang terjadi sejak sesi pertama.
Berdasarkan data perdagangan Bursa Efek Indonesia (BEI) yang terpantau pada pukul 14.05 WIB, IHSG berada di level 6.136,27 atau turun 24,18 poin setara 0,39 persen dibandingkan penutupan sebelumnya di level 6.172,34.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Posisi tersebut menunjukkan bahwa pasar saham domestik masih bergerak dalam tekanan meskipun sempat mengalami fluktuasi sepanjang perdagangan hari ini. Saat sesi II dimulai, indeks langsung dibuka di area negatif dan bertahan di zona merah hingga memasuki pertengahan sesi perdagangan.
Data perdagangan menunjukkan level tertinggi IHSG pada hari ini sempat mencapai 6.215,06. Namun tekanan yang terjadi membuat indeks bergerak turun hingga menyentuh level terendah di 6.117,31.
Pergerakan tersebut mencerminkan kehati-hatian pelaku pasar dalam merespons berbagai sentimen yang memengaruhi pasar keuangan, baik dari dalam maupun luar negeri.
IHSG Masih Bergerak di Bawah Posisi Penutupan Sebelumnya
Pada pukul 14.05 WIB, posisi IHSG berada di bawah level penutupan sebelumnya yang tercatat sebesar 6.172,34. Kondisi ini memperlihatkan bahwa tekanan jual masih mendominasi perdagangan saham pada sesi siang.
Grafik pergerakan intraday menunjukkan indeks sempat mengalami kenaikan pada awal perdagangan pagi. Namun setelah itu IHSG kembali terkoreksi dan bergerak turun hingga memasuki waktu istirahat perdagangan.
Saat perdagangan sesi II dibuka kembali, indeks belum menunjukkan tanda-tanda penguatan yang signifikan dan tetap berada di wilayah negatif.
Kondisi tersebut membuat pasar domestik melanjutkan tren pelemahan yang telah terjadi sejak awal hari perdagangan.
Saham TPIA Jadi yang Paling Besar Nilai Transaksinya
Di tengah pelemahan IHSG, aktivitas transaksi saham masih berlangsung cukup aktif. Sejumlah emiten mencatatkan nilai perdagangan terbesar hingga sesi siang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Berdasarkan data saham teraktif berdasarkan nilai transaksi, posisi teratas ditempati oleh saham PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA).
Rincian saham teraktif berdasarkan nilai transaksi hingga sesi II adalah sebagai berikut:
Halaman Selanjutnya
TPIA: Rp1,115 triliun dengan volume 530,12 juta saham pada harga Rp2.070 per saham. DSSA: Rp1,051 triliun dengan volume 1,288 miliar saham pada harga Rp845 per saham. BBCA: Rp794,13 miliar dengan volume 128,31 juta saham pada harga Rp6.200 per saham. BBRI: Rp558,69 miliar dengan volume 189,20 juta saham pada harga Rp2.950 per saham. BMRI: Rp523,43 miliar dengan volume 119,41 juta saham pada harga Rp4.330 per saham. EMAS: Rp376,90 miliar dengan volume 49,95 juta saham pada harga Rp7.450 per saham. BUMI: Rp368,71 miliar dengan volume 2,145 miliar saham pada harga Rp170 per saham.

2 hours ago
1














:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5575090/original/094355400_1778037587-cropped-6b94bc59-8fb4-4b76-874b-71a6a7262057.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3225899/original/035012600_1599019411-photo-1522844990619-4951c40f7eda__2_.jpg)