IHSG Memerah, Bursa Asia Variatif & Wall Street Lesu Imbas Rapuhnya Gencatan Senjata AS-Iran

20 hours ago 3

Rabu, 13 Mei 2026 - 09:06 WIB

Jakarta, VIVA IHSG dibuka melemah 94 poin atau 1,38 persen di level 6.763 pada pembukaan perdagangan Rabu, 13 Mei 2026.

Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman memprediksi, IHSG berpotensi tes support dan rebound pada perdagangan hari ini.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"IHSG kemungkinan potensi open gap down untuk tes support di area 6.600-6.700, karena efek MSCI Review yang diumumkan semalam. Namun usai sentuh level support tersebut, IHSG berpotensi teknikal rebound," kata Fanny dalam riset hariannya, Rabu, 13 Mei 2026.

Dia mengatakan, mayoritas bursa saham Asia-Pasifik beragam pada perdagangan Selasa kemarin, meskipun kembali hadir keraguan terhadap keberlangsungan gencatan senjata AS-Iran.

Sentimen pasar sempat dibayangi pernyataan Presiden AS, Donald Trump, yang menyebut gencatan senjata dengan Iran berada dalam kondisi “on massive life support” atau berada dalam kondisi sangat kritis.

Trump pada Senin kemarin mempertanyakan kelangsungan gencatan senjata, setelah menilai respons Iran terhadap proposal perdamaian Washington tidak dapat diterima.

"Saya akan mengatakan gencatan senjata berada dalam kondisi sangat kritis, seperti pasien yang hanya memiliki peluang hidup 1 persen,” ujar Trump.

Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik 0,52 persen dan Topix menguat 0,83 persen. Sedangkan, indeks Kospi melemah 2,29 persen dan Kosdaq turun 2,32 persen. Sementara itu, Hang Seng Hong Kong turun 0,22 persen, dan S&P/ASX 200 Australia melemah 0,36 persen.

"Support IHSG berada di level 6.600-6.700 sementara resist IHSG di rentang 6.950-7.020," ujarnya.

Sebagai informasi, indeks-indeks saham Wall Street mayoritas ditutup melemah pada perdagangan Selasa kemarin, di tengah lonjakan inflasi dan kenaikan tajam harga minyak dunia akibat memanasnya kembali konflik AS-Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks S&P 500 turun 0,16 persen dan Nasdaq Composite melemah 0,71 persen. Sedangkan, Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,11 persen. Tekanan terbesar dari saham-saham teknologi, terutama sektor chip. Saham Micron Technology anjlok 3,6 persen, saham Advanced Micro Devices turun 2 persen, dan Qualcomm melemah 11 persen.

Di sisi lain, harga minyak mentah dunia West Texas Intermediate (WTI) naik 4,19 persen (US$102,18/bbl), sedangkan Brent crude menguat 3,42 persen (US$ 107,77/bbl).

Serangan Amerika Serikat dan Israel di wilayah pemukiman penduduk Iran

AS Kuras Anggaran Rp500 Triliun Lebih untuk Biaya Perang Iran

Amerika Serikat telah menghabiskan anggaran hampir US$29 miliar (setara Rp507 triliun dengan asumsi kurs Rp17.500 per dolar AS), untuk operasi militer melawan Iran

img_title

VIVA.co.id

13 Mei 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |