Jakarta, VIVA - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) rontok seiring meningkatnya tensi perang antara Amerika Serikat (AS) dan Israel dengan Iran. IHSG anjlok 0,96 persen atau 77,06 poin ke level 7.939 pada penutupan perdagangan Selasa, 3 Maret 2026.
IHSG terpantau bergerak di rentang area 7.933 sampai area 8.098. Nilai transaksi mencapai Rp 29,73 triliun sementara volume transaksi tercatat sebesar Rp 43,83 miliar dengan total perdagangan yang dilakukan investor sebanyak 2,87 juta transaksi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Sebelumnya IHSG sempat rebound pada awal sesi, namun kemudian berbalik melemah menembus di bawah level 8.000" ulas Tim Analis Phintraco Sekuritas dikutip dari riset hariannya Selasa, 3 Maret 2026.
Sektor bahan baku mengalami tekanan paling dalam sebesar 3,85 persen. Sektor transaportasi merosot sgnifikan sebesar 2,10 persen disusul koreksi tajam sektor konsumer siklikal sebesar 1,05 persen.
Meski IHSG ambruk, sektor industri dan energi berhasil membukukan hasil positif. Masing-masing menguat 0,59 persen dan 0,24 persen.
Memasuki hari ke-4, perang berkembang cepat terutama setelah Iran melakukan penyerangan ke Kedutaan Besar AS di Riyadh, Arab Saudi. Presiden AS, Donald Trump, memperingatkan perang akan dapat berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya selama empat pekan.
Ilustrasi perang Iran vs Israel
"Perang dikhawatirkan akan meluas karena Israel mengatakan secara bersamaan menargetkan Iran dan Lebanon, setelah kelompok militan Hizbullah yang didukung Iran menyerang Tel Aviv dengan rudal dan drone," lanjut Analis Phintraco Sekuritas.
Mayoritas indeks bursa Asia bergerak melemah pada penutupan perdagagan hari ini. Sementara itu, indeks di bursa Eropa dibuka di teritori negatif seiring meningkatnya tekanan risiko geopolitik.
Indeks futures di Wall Street juga bergerak melemah. Tim Analis Phintraco Sekuritas menyoroi sikap investor global menghindari aset-aset berisiko termasuk saham.
"IHSG breaklow dari level psikologis 8000 dan dari MA200. Pembentukan histogram negatif oleh MACD dan pergerakan Stochastic RSI yang mengarah ke bawah di area pivot, mengindikasikan penurunan IHSG masih berpotensi berlanjut," jelas Tim Analis Phintraco Sekuritas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Lebih lanjut, Phintraco Sekuritas juga melaporkan tiga emiten yang mencetak lompatan harga tertinggi di jajaran 45 saham unggulan (LQ45) hingga akhir perdagangan hari ini.
PT Adaro Andalan Indonesia Tbk (AADI)
Halaman Selanjutnya
Saham AADI melesat 6,82 persen atau 675 poin menjadi 10.575.

1 week ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
