Rabu, 18 Maret 2026 - 14:02 WIB
Iran, VIVA – Baru-baru ini, intelijen AS melaporkan kepada Presiden Donald Trump terkait pemimpin tertinggi Iran, Mojtaba Khamenei. Dalam laporannya itu, Intelijen AS menyebut Mojtaba Khamenei kemungkinan merupakan seorang penyuka sesama jenis.
Laporan itu juga menyebut bahwa ayah Mojtaba yang merupakan pemimpin tertinggi Iran terdahulu, Ayatolla Ali Khamenei khawatir kemampuan putranya itu memimpin Republik Islam karena alasan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Melansir laman NY Post, Rabu 18 Maret 2026, dugaan orientasi homoseksual ini sempat disinggung dalam laporan CBS News pada hari Minggu. Laporan itu menyebut Ali Khamenei lebih memilih penerus lain karena kehidupan pribadi Mojtaba yang tidak dapat dijelaskan.
“Ayahnya dan orang lain menduga dia gay dan itu hal yang disebarkan orang untuk mencoba menghentikan kenaikannya (sebagai pemimpin tertinggi Iran,” jelas salah satu sumber The Post.
Untuk diketahui, perilaku homoseksual sendiri illegal di Iran meski pemerintah di sana memperbolehkan operasi pergantian kelamin bagi individu transgender. Beberapa pria gay konon terpaksa menjalani operasi ini untuk menghindari hukuman pidana.
Di Iran, hubungan sesame jenis dapat dihukum berat termasuk hukuman cambuk atau bahkan hukuman mati. Bahkan beberapa kasus menunjukkan eksekusi publik sebagai peringatan untuk orang lain.
“Di Iran, kami tidak punya homoseksual,” klaim mantan presiden Iran, Mahmoud Ahmadinejad yang diyakini dekat dengan Mojtaba Khamenei pada 2007 lalu.
Klaim Mojtaba Penyuka Sesama Jenis yang Dilaporkan Intelijen AS
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Klaim mengenai orientasi seksual pemimpin Iran tertinggi ini dijelaskan kepada The Post oleh dua pejabat dari komunitas intelijen dan satu orang yang dekat dengan Gedung Putih. Ketiga sumber itu menyatakan bahwa dugaan yang terdengar tidak masuk akal ini dianggap kredibel oleh badan intelijen AS, bukan sebagai informasi palsu untuk menjatuhkan Mojtaba Khamenei yang terpilih menggantikan ayahnya sebagai pemimpin tertinggi Iran pada 8 Maret lalu.
Dua sumber mengatakan bahwa informasi intelijen menunjukkan bahwa Mojtaba yang dikenal sebagai sosok berpengaruh di balik kepemimpinan ayahnya disebut telah menjalin hubungan seksual jangka panjang dengan guru lesnya semasa kecil. Mojtaba, dilaporkan membuat pendekatan seksual agresif terhadap pria yang merawatnya, kemungkinan saat berada di bawah pengaruh obat-obatan kuat, menurut salah satu sumber The Post.
Halaman Selanjutnya
Badan intelijen AS tidak memiliki bukti foto terkait ketertarikan seksual Mojtaba terhadap pria, tetapi para sumber menekankan bahwa informasi itu solid, dengan satu sumber mengatakan hal itu berasal dari salah satu sumber paling terlindungi yang dimiliki pemerintah Iran.

3 hours ago
2











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

