Iran Ancam Serang Bank AS dan Israel serta Pusat Ekonomi di Teluk

2 hours ago 2

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:20 WIB

Iran, VIVA – Ketegangan antara Amerika SerikatIsrael dan Iran terus meningkat. Memasuki hari ke-13 konflik, militer Iran bersumpah akan menyerang bank-bank AS dan Israel serta pusat-pusat ekonomi di kawasan.

Pernyataan ini dilontarkan oleh militer Iran pada Rabu waktu setempat menyusul dengan serangan yang menghantam sebuah bank di Teheran Iran pada Selasa malam.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Semalam, tentara teroris Amerika dan Zionis, setelah gagal mencapai tujuan militernya, menargetkan salah satu bank di negara ini. Warga di kawasan sebaiknya tidak berada dalam radius satu kilometer dari bank-bank,” kata juru bicara komando operasi pusat militer Khatam al-Anbiya dikutip dari laman Middle East Eye, Kamis 12 Maret 2026.

Serangan udara dilaporkan menghantam sebuah gedung administrasi yang terkait dengan Bank Sepah, salah satu bank milik negara terbesar di Iran, di ibu kota Teheran. Serangan tersebut menewaskan sejumlah pegawai, meski jumlah pastinya belum diketahui, menurut kantor berita semi-resmi Mehr.

Sementara itu, seluruh cabang HSBC di Qatar ditutup hingga waktu yang belum ditentukan demi memastikan keselamatan staf dan nasabah, demikian isi pesan singkat yang dikirim kepada para pelanggan pada Rabu.

Di tempat lain, Citi, perusahaan jasa keuangan asal Amerika Serikat, meminta para pegawainya di Dubai untuk meninggalkan kantor pada Rabu karena meningkatnya kekhawatiran terkait keamanan

Seorang sumber yang mengetahui proses evakuasi tersebut mengatakan kepada AFP bahwa karyawan diminta keluar dari kantor Citi di Dubai International Financial Centre (DIFC) serta di kawasan Oud Metha.

Para pegawai dari dua perusahaan lain di kawasan DIFC juga mengatakan kepada AFP bahwa kantor mereka turut dievakuasi sebagai langkah pencegahan setelah ancaman dari Iran.

Sebelumnya pada Rabu, Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) menyatakan akan meluncurkan rentetan rudal ke arah Israel yang disebut sebagai serangan paling keras dan paling besar sejak perang dimulai pada 28 Februari.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Perang tidak akan berhenti sampai ancaman benar-benar dihilangkan atau musuh menyerah sepenuhnya,” kata IRGC dalam pernyataannya.

Layanan darurat nasional Israel melaporkan bahwa 29 warga Israel terluka akibat berdesakan saat serangan Iran terjadi pada malam hari.

Halaman Selanjutnya

Iran juga dilaporkan melanjutkan serangannya di negara-negara Teluk pada Rabu. Dua drone ditembak jatuh di sekitar bandara Dubai dan menyebabkan empat orang terluka, menurut kantor media pemerintah Dubai.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |