Reza Arap Didiagnosis Major Depressive Disorder Sampai ke Psikiater, Seberapa Mengkhawatirkan?

2 hours ago 3

Kamis, 12 Maret 2026 - 06:00 WIB

Jakarta, VIVA – Kabar mengejutkan datang dari kreator konten sekaligus streamer Reza Arap. Dalam sesi live streaming Marapthon Season 3 pada Senin 9 Maret 2026, ia mengumumkan keputusan untuk berhenti sementara dari aktivitas tersebut demi memprioritaskan kesehatan mentalnya.

Pengumuman itu disampaikan langsung di hadapan para penggemar dan rekan satu komunitasnya. Dalam momen yang cukup emosional, Arap berpamitan dengan sejumlah anggota komunitas gaming AAA CLAN, seperti Aloy, Ibot, Tepe46, hingga Bravy. Scroll untuk info lengkapnya, yuk!

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan tersebut diambil setelah Arap mendapat diagnosis mengalami Major Depressive Disorder atau gangguan depresi mayor.

Salah satu anggota AAA CLAN, Tepe, kemudian memberikan penjelasan mengenai kondisi Arap yang saat ini membutuhkan waktu untuk fokus pada pemulihan.

"Dia didiagnosa major depressive disorder. Kondisinya cukup kompleks dan kami juga tidak bisa menutupinya terlalu lama. Arap sempat menemui psikolog dan psikiater, dan dari hasil pemeriksaan itu dia dinyatakan mengalami depressive disorder, intinya stres berat," ujar Tepe, dikutip Rabu 11 Maret 2026. 

Mengenal Gangguan Depresi Mayor

Major Depressive Disorder merupakan salah satu gangguan mental serius yang dapat memengaruhi berbagai aspek kehidupan seseorang. Kondisi ini ditandai dengan perasaan sedih yang mendalam, berlangsung lama, serta sering disertai rasa putus asa.

Tidak hanya memengaruhi suasana hati, depresi mayor juga dapat berdampak pada perilaku hingga kondisi fisik penderitanya.

Perasaan sedih sendiri sebenarnya merupakan respons alami manusia saat menghadapi peristiwa sulit, seperti kehilangan pekerjaan, perceraian, atau ditinggal orang terkasih. Namun jika perasaan tersebut terus bertahan dalam jangka waktu lama dan semakin memburuk, kondisi tersebut bisa berkembang menjadi depresi berat.

Penderita depresi mayor kerap mengalami kesulitan dalam menjalani aktivitas sehari-hari maupun menjaga hubungan sosial. Selain dampak psikologis, gangguan ini juga dapat menimbulkan berbagai keluhan fisik.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa di antaranya meliputi kelelahan ekstrem, gangguan tidur seperti insomnia atau tidur berlebihan, perubahan nafsu makan yang signifikan, hingga keluhan fisik seperti sakit kepala dan masalah pencernaan.

Dalam kondisi yang lebih serius, depresi mayor juga dapat meningkatkan risiko perilaku berbahaya, termasuk penyalahgunaan zat hingga tindakan yang mengancam keselamatan diri.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, para ahli kesehatan mental menekankan pentingnya mengenali gejala depresi sejak dini agar penderita dapat memperoleh penanganan yang tepat dari tenaga profesional. Dengan perawatan yang sesuai, peluang pemulihan dan kualitas hidup penderita dapat meningkat secara signifikan.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |