Iran Sebut Blokade Selat Hormuz Jadi Penghalang Utama Negosiasi dengan AS

1 week ago 5

Kamis, 23 April 2026 - 09:36 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden Iran, Masoud Pezeshkian menyatakan tindakan blokade di Selat Hormuz, serta ancaman yang dilakukan Amerika Serikat (AS) menjadi hambatan utama dalam proses negosiasi.

Padahal, kata Pezeshkian, Iran selalu membuka diri dan menyambut baik adanya dialog hingga kesepakatan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Iran selalu menyambut dan terus membuka diri terhadap dialog dan kesepakatan. Namun, itikad buruk, pengepungan, dan ancaman merupakan penghalang utama bagi negosiasi yang tulus. Dunia menyaksikan retorika kosong yang penuh kemunafikan serta kontradiksi antara klaim dan tindakan,” tulis Pezeshkian di media sosial X, dilansir dari ANTARA, Kamis, 23 April 2026.

Sebelumnya pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan bersama terhadap sejumlah target di Iran, termasuk di Teheran, yang menyebabkan kerusakan serta korban sipil.

Iran kemudian merespons dengan menyerang wilayah Israel dan fasilitas militer AS di kawasan Timur Tengah sebagai bentuk pertahanan diri.

Kapal-kapal tertahan di Selat Hormuz

Eskalasi konflik tersebut hampir menghentikan lalu lintas di Selat Hormuz, jalur strategis pengiriman minyak dan gas alam cair dari negara-negara Teluk Persia ke pasar global, sehingga turut mendorong kenaikan harga bahan bakar.

Kemudian pada 7 April, Washington dan Teheran mengumumkan gencatan senjata selama dua pekan. Namun, perundingan lanjutan di Islamabad berakhir tanpa hasil.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Meski tidak ada pengumuman resmi mengenai dimulainya kembali permusuhan, AS mulai memberlakukan blokade terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Sumber: Sputnik/RIA Novosti

Menteri Keuangan Amerika Serikat (AS) Scott Bessent.

Bantah Bikin Kaya Moskow, Ini Alasan AS Perpanjang Izin Negara Sekutu Beli Minyak Rusia

Menteri Keuangan AS Scott Bessent membela perubahan haluan pemerintahan Trump baru-baru ini untuk sementara memperpanjang pengecualian sanksi pembelian minyak Rusia

img_title

VIVA.co.id

23 April 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |