Iran Tegaskan Perang Akan Berakhir Ketika AS dan Israel Setop Agresi

1 week ago 3

Selasa, 3 Maret 2026 - 23:46 WIB

VIVA – Iran menegaskan bahwa perang yang sedang berlangsung dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel akan berakhir "ketika agresi berhenti"

Berbicara kepada para wartawan, Selasa, 3 Maret 2026, di sebuah sekolah dasar yang terkena serangan AS-Israel di Teheran, Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmaeil Baghaei mengatakan perang tersebut “tidak dimulai oleh Iran, yang memilih diplomasi.”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

AS dan Israel meluncurkan serangan besar-besaran terhadap Iran pada Sabtu (28/2), menewaskan hampir 800 orang, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei dan para pejabat tinggi militer, menurut data Iran.

Serangan itu terjadi beberapa hari setelah AS dan Iran menggelar putaran ketiga perundingan nuklir tidak langsung dengan mediasi Oman.

Lebih lanjut, Baghaei mengatakan banyak orang di dalam Iran menentang perundingan dengan AS, mengingat pengalaman sebelumnya ketika Israel dan AS menyerang negara tersebut pada Juni lalu.

Juru bicara itu menyerukan Dewan Keamanan PBB dan komunitas internasional untuk campur tangan “sebelum perang meluas ke tempat lain.”

Iran telah "bersumpah untuk bertempur dengan seluruh kekuatan kami dalam pertempuran ini," katanya, seraya menambahkan bahwa perhatian utama saat ini difokuskan pada mempertahankan negara dari serangan.

"Kami telah menerima banyak pesan yang saling bertentangan dan menyesatkan selama satu setengah tahun terakhir. Sekarang adalah waktu untuk berperang dan membela tanah air. Apa pun yang mengalihkan perhatian kami harus disingkirkan," tegasnya

Baghaei turut menggarisbawahi bahwa Iran berulang kali memperingatkan tentang "sikap tidak bertindak dan acuh tak acuh" komunitas internasional terhadap pelanggaran hukum.

Dirinya menyampaikan bahwa dunia menyaksikan genosida dan tidak mengambil tindakan, dunia juga melihat agresi terhadap negara-negara tetangga dan tidak memberi tanggapan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kami telah berulang kali berseru dan memperingatkan bahwa jika dunia — terutama negara-negara yang mengklaim menjunjung tinggi supremasi hukum dan telah memainkan peran mendasar dalam membentuk sistem norma internasional serta Piagam PBB 00 tidak bertindak, api pelanggaran hukum dan pemberontakan akan melanda semua negara," ujarnya.

Sejauh ini Iran telah meluncurkan 15 gelombang serangan rudal dan drone ke Israel serta aset-aset AS di kawasan, termasuk di Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, Yordania, Irak, Kuwait, dan Arab Saudi. Banyak dari negara-negara tersebut mengecam serangan Iran sebagai tindakan yang tidak dapat dibenarkan.

BBM Non-Subsidi turun harga Pertamax Series dan Dex Series

Pertamina Buka Suara soal Nasib Harga BBM Non-subsidi Imbas Perang Iran-AS

VP Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron, buka suara soal lonjakan harga minyak mentah dunia imbas perang Iran-AS dan kaitannya ke harga BBM non-subsidi di RI

img_title

VIVA.co.id

3 Maret 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |