Isi Surat Megawati ke Pemerintah Iran, Sampaikan Dukacita Atas Tewasnya Ali Khamenei

1 week ago 8

Selasa, 3 Maret 2026 - 19:00 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden ke-5 RI, Megawati Soekarnoputri mengirimkan surat ke Pemerintah Republik Islam Iran untuk menyampaikan dukacita yang mendalam atas tewasnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei setelah serangan Israel dan Amerika Serikat (AS) ke negara tersebut.

Surat itu diberikan secara langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) PDIP, Hasto Kristiyanto bersama Ketua DPP PDIP bidang Luar Negeri, Ahmad Basarah kepada Duta Besar Republik Islam Iran untuk Indonesia Mohammad Boroujerdi di Kedubes Iran di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Setelah berdialog dan menyerahkan surat duka cita Megawati ke Pemerintah Iran, Hasto pun membagikan isi surat tersebut.

Megawati Kirim Surat ke Pemerintah Iran

Kepada Yth,
Pemimpin Tertinggi Sementara, Presiden, dan Segenap Rakyat Republik Islam Iran di Tempat

Dengan hormat,

Dengan hati terkejut dan sangat berduka, saya Prof.Dr. Megawati Soekarnoputri selaku Presiden Ke-5 Republik Indonesia dan mewakili keluarga besar Dr.(H.C.) Ir. Soekarno (Bung Karno) sekaligus sebagai Ketua Umum PDI Perjuangan menyampaikan belasungkawa atas wafatnya Yang Mulia Ayatullah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Republik Islam Iran, yang gugur dalam serangan militer mendadak yang dilancarkan Israel dan Amerika Serikat terhadap wilayah Iran pada 28 Februari 2026. Atas nama pribadi dan keluarga besar Bung Karno serta mewakili bangsa dan rakyat Indonesia yang mencintai perdamaian, keadilan dan kedaulatan negara merdeka, saya menyampaikan simpati dan solidaritas kami yang tulus bagi keluarga, pemerintah, dan seluruh rakyat Iran.

Selama lebih dari tiga dekade, Ayatullah Ali Khamenei memimpin bangsanya dalam situasi yang sangat sulit, ditengah tekanan geopolitik, sanksi ekonomi, dan ancaman militer, seraya secara konsisten mempertahankan kedaulatan negaranya dan martabat dunia Islam. Dalam diri beliau kami melihat seorang ulama dan negarawan yang berupaya memadukan iman keagamaan, keadilan sosial, dan sikap anti-imperialisme dalam satu garis perjuangan yang konsisten.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi kami di Indonesia, sosok Ayatullah Ali Khamenei memiliki kedekatan batin dan pemikiran dengan perjuangan Bung Karno, selaku Bapak Bangsa, Proklamator dan Presiden Pertama Republik Indonesia.

Berbagai kesaksian menunjukkan bagaimana sejak usia muda beliau mengagumi Bung Karno, membaca pemikirannya, dan menjadikan pengalaman Indonesia, terutama Pancasila dan semangat Dasa Sila Bandung, sebagai salah satu referensi dalam merumuskan sintesis antara agama, kebangsaan lan keadilan sosial di Iran. Dalam kepemimpinan beliau kami menangkap gema semangat anti kolonialisme, solidaritas dunia ketiga, dan tekad untuk menolak segala bentuk dominasi dan ketidakadilan global.

Halaman Selanjutnya

Sebagai putri tertua Bung Karno, seorang penggagas Konferensi Asia-Afrika dan salah satu arsitek Gerakan Non-Blok, saya merasakan secara mendalam ikatan historis dan ideologis antara rakyat Indonesia dan rakyat Iran. Persaudaraan ini terjalin bukan hanya melalui diplomasi formal, melainkan juga melalui kesamaan nasib sebagai sesama bangsa yang menentang berbagai bentuk penjajahan, memperjuangkan kemerdekaan, serta menginginkan tatanan dunia yang lebih adil dan bermartabat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |