Israel Batasi Muslim Palestina Ibadah di Masjid Al Aqsa selama Ramadhan

3 weeks ago 4

Rabu, 18 Februari 2026 - 09:06 WIB

VIVA – Seorang imam senior di Masjid Al-Aqsa, Yerusalem timur, menyatakan bahwa otoritas Israel melarangnya memasuki kompleks masjid tersebut hanya beberapa hari menjelang dimulainya bulan suci Ramadhan.

Syekh Muhammad al-Abbasi mengatakan larangan itu berlaku selama sepekan sejak Senin dan berpotensi diperpanjang. Ia mengaku tidak diberi penjelasan mengenai alasan pembatasan tersebut.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Saya baru kembali ke Al-Aqsa sebulan lalu setelah satu tahun dirawat di rumah sakit akibat kecelakaan mobil serius," ujarnya. Ia menambahkan, larangan tersebut sangat berat baginya. "Jiwa kami terikat pada Al-Aqsa. Al-Aqsa adalah hidup kami."

Ramadhan, bulan ketika umat Muslim menjalankan ibadah puasa dari fajar hingga matahari terbenam. Awal Ramadhan di Palestina, dimulai pada Rabu hari ini. Setiap tahunnya, ratusan ribu warga Palestina memadati Al-Aqsa untuk melaksanakan salat, terutama pada Jumat dan malam-malam terakhir Ramadhan.

Kompleks Al-Aqsa yang berada di Yerusalem timur direbut Israel dalam Perang 1967 dan kemudian dianeksasi—langkah yang tidak diakui sebagian besar komunitas internasional.

Muslim Palestina Dibatasi Ibadah di Masjid Al Aqsa

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengatakan pada hari Senin, bahwa ia telah membuat "keputusan yang seimbang" untuk mengizinkan kebebasan beribadah di Masjid Al Aqsa Yerusalem selama Ramadhan, tetapi akses akan dibatasi sesuai dengan kebutuhan keamanan.

Ditanya tentang kemungkinan memblokir akses bagi Muslim Israel ke Al Aqsa, sebuah tempat ibadah yang rawan konflik di Kota Tua Yerusalem, kantor Netanyahu mengatakan: "Perdana Menteri membuat keputusan yang seimbang untuk mengizinkan kebebasan beribadah dalam kerangka kebutuhan keamanan yang ditentukan oleh para profesional." Tidak ada rincian lebih lanjut yang diberikan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Israel sering menetapkan batasan bagi para jamaah yang dapat beribadah di Al Aqsa — misalnya berdasarkan usia — untuk menghindari kekerasan yang mungkin terjadi di tempat tersebut, yang merupakan bagian dari kompleks yang juga suci dalam agama Yahudi.

"Meskipun ada peringatan dari Shin Bet (badan keamanan internal) tentang potensi gangguan antara warga Palestina di dalam Israel dan polisi Israel, Netanyahu menyetujui rekomendasi dari Menteri Keamanan Nasional Itamar Ben-Gvir untuk membatasi akses umat Palestina ke Masjid Al Aqsa selama bulan Ramadhan mendatang," lapor Channel 13.

Halaman Selanjutnya

"Akses umat Islam Palestina ke Masjid Al-Aqsa selama Ramadhan akan dibatasi," lapor saluran tersebut, mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |