Minggu, 28 Juni 2026 - 19:29 WIB
Jakarta, VIVA – Israel kembali melanggar gencatan senjata yang telah disepakati. Pesawat tempur Israel kembali melancarkan serangan udara pada Minggu menargetkan kota Deir Seryan dan Taybeh di Lebanon selatan, dalam pelanggaran baru terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Dilansir dari Anadoku, Minggu, 28 Juni 2026, Kantor Berita Nasional Lebanon yang dikelola pemerintah mengatakan pasukan tentara Israel juga meledakkan bahan peledak dan membakar rumah-rumah di kota Khiam di selatan, serta sebuah drone juga terlihat terbang di atas wilayah pinggiran selatan Beirut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tidak ada korban jiwa yang dilaporkan segera dalam serangan pasukan Zionis tersebut. Eskalasi ini terjadi hanya dua hari setelah Beirut dan Tel Aviv menandatangani perjanjian kerangka kerja yang dimediasi Amerika Serikat.
Perjanjian tersebut mengatur penarikan pasukan Israel secara bertahap dari seluruh wilayah Lebanon, yang dimulai dari dua wilayah percontohan yang tidak disebutkan namanya.
Sejak 2 Maret, Israel telah melakukan serangan militer di Lebanon yang menewaskan sedikitnya 4.246 orang, melukai 12.190 lainnya, dan menyebabkan lebih dari 1 juta orang mengungsi, menurut Kementerian Kesehatan Lebanon. (Ant)
IRGC Targetkan Posisi Militer AS di Kawasan Pasca Serangan di Selatan Iran
Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) mengatakan, pasukan angkatan lautnya menargetkan posisi militer AS di selatan, sebagai tanggapan atas "agresi" AS di selatan Iran.
VIVA.co.id
28 Juni 2026

5 hours ago
1











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)