Rabu, 4 Maret 2026 - 16:34 WIB
VIVA – Otoritas Israel telah menutup Masjid Al-Aqsa bagi para jamaah untuk hari ketiga berturut-turut, dengan alasan situasi keamanan yang tidak stabil di wilayah tersebut, seperti dilansir Middle East Monitor, Rabu, 4 Maret 2026.
Sumber-sumber di Yerusalem melaporkan bahwa pasukan Israel memperkuat kehadiran mereka di sekitar kompleks masjid dan gerbang Kota Tua, mengerahkan sejumlah besar polisi perbatasan dan unit khusus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Warga Palestina dilarang masuk untuk melaksanakan salat, sementara jalur akses menuju kompleks tersebut sangat dibatasi.
Saksi mata mengatakan bahwa beberapa jamaah yang mencoba mencapai gerbang masjid dihalau, dan sebagian Kota Tua secara efektif berubah menjadi zona militer tertutup.
Penutupan dimulai pada hari Sabtu setelah otoritas Israel menyatakan keadaan darurat menyusul pecahnya permusuhan yang melibatkan Iran. Sejak itu, kompleks masjid tetap tertutup, dengan para jamaah diperintahkan untuk meninggalkan tempat tersebut.
Banyak penduduk Yerusalem telah menyatakan kekhawatiran bahwa pihak berwenang mungkin menggunakan eskalasi regional saat ini untuk memberlakukan tindakan baru di lokasi tersebut.
Para pengamat memperingatkan bahwa setiap perubahan terhadap status quo yang telah lama berlaku di Masjid Al-Aqsa dapat memiliki konsekuensi keagamaan dan politik yang luas.
Israel membatasi ketat jumlah jamaah Palestina dari Tepi Barat yang ingin memasuki Yerusalem Timur untuk melaksanakan salat Jumat pertama Ramadhan di Masjid Al-Aqsa, dengan memberlakukan langkah-langkah ketat dan mensyaratkan persetujuan keamanan terlebih dahulu.
Jumlah warga Palestina dari Tepi Barat yang diizinkan masuk oleh Israel menjadi 10.000 orang pada Jumat tersebut. Izin hanya diberikan kepada pria berusia di atas 55 tahun, perempuan di atas 50 tahun, serta anak-anak hingga usia 12 tahun. Pembatasan serupa sebelumnya juga diberlakukan dengan alasan keamanan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Situs yang oleh umat Yahudi disebut Bukit Bait Suci dan oleh Muslim dikenal sebagai Haram al-Sharif atau Tempat Suci yang Mulia itu merupakan lokasi paling suci dalam Yudaisme dan situs tersuci ketiga dalam Islam. Kompleks tersebut berada di kawasan Yerusalem yang kerap menjadi titik ketegangan dalam konflik Israel-Palestina.
Polisi Israel menyatakan lebih dari 3.000 personel dikerahkan di seluruh Yerusalem. Aparat menyebut kehadiran mereka bertujuan menjaga ketertiban dan memberikan respons cepat jika terjadi keadaan darurat.
Halaman Selanjutnya
Otoritas keagamaan Yordania, Jerusalem Islamic Waqf, yang mengelola kompleks Al-Aqsa, memperkirakan sekitar 80.000 orang menghadiri salat Jumat. Dalam kondisi normal, jumlah jemaah salat Jumat Ramadan di lokasi tersebut dapat mencapai 200.000 orang.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
