Minggu, 15 Maret 2026 - 21:00 WIB
Jakarta, VIVA – Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan, AS meminta bantuan dari negara-negara regional untuk mengamankan Selat Hormuz, dengan alasan bahwa payung keamanan regional Washington telah gagal mencegah konflik.
Araghchi menulis di platform media sosial X bahwa kerangka keamanan AS di kawasan itu "terbukti penuh celah dan malah mengundang masalah daripada mencegahnya."
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dia mengeklaim bahwa Washington "memohon kepada negara lain, bahkan China, untuk membantunya mengamankan Hormuz", merujuk pada jalur pelayaran vital yang dilalui sebagian besar minyak global.
Menteri Luar Negeri Iran Seyed Abbas Araghchi
Photo :
- ANTARA/Xinhua/Shadati
Araghchi mendesak negara-negara tetangga untuk mengusir "agresor asing," dengan mengatakan bahwa satu-satunya kekhawatiran mereka adalah Israel.
Iran secara efektif telah menutup Selat Hormuz sejak sekitar 1 Maret 2026, di tengah meningkatnya permusuhan dengan AS dan Israel. Gangguan terhadap pengiriman melalui selat tersebut telah mendorong kenaikan harga minyak dan pupuk global, meningkatkan kekhawatiran tentang pasokan energi.
Presiden AS, Donald Trump mengatakan pada Sabtu bahwa negara-negara penerima minyak melalui jalur air strategis tersebut, harus bertanggung jawab untuk mengamankan jalur maritim utama tersebut, dan bahwa AS akan membantu.
Sebelumnya, dia mengatakan pengawalan Angkatan Laut AS terhadap kapal tanker minyak yang melintasi selat tersebut dapat dimulai "segera."
Dalam sebuah wawancara dengan stasiun televisi Amerika, MS Now TV, Araghchi mengatakan jalur air tersebut "terbuka" untuk kapal-kapal yang bukan milik AS, Israel, atau sekutu mereka. "Kapal-kapal lain bebas untuk lewat," tambahnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan gabungan terhadap Iran pada 28 Februari. Serangan tersebut telah menewaskan sedikitnya 1.300 orang di Iran, termasuk pemimpin tertinggi saat itu, Ayatollah Ali Khamenei.
Teheran telah merespons dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel, Yordania, Irak, dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS, menyebabkan korban jiwa dan kerusakan infrastruktur serta mengganggu pasar global dan penerbangan. (Ant).
Iran Beri Balasan Menohok Setelah Trump Klaim Angkatan Lautnya Sudah Dihancurkan
Donald Trump menyebut AS telah menghancurkan 100 persen kemampuan militer Iran. Pernyataan itu dibalas menohok oleh kepala angkatan laut IRGC, Alireza Tangsiri
VIVA.co.id
15 Maret 2026

7 hours ago
4











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)



:strip_icc():format(jpeg):watermark(kly-media-production/assets/images/watermarks/liputan6/watermark-color-landscape-new.png,1100,20,0)/kly-media-production/medias/5099396/original/009719200_1737184156-f6d9803e-0e20-4d3e-9c5c-71f4811dc48b.jpg)