VIVA – Ketegangan geopolitik di Timur Tengah mulai berdampak ke dunia olahraga internasional. Konflik yang melibatkan Iran serta serangan balasan di sejumlah wilayah membuat situasi kawasan memanas, hal ini memicu penutupan bandara hingga ruang udara di beberapa negara. Efeknya tak hanya terasa pada sektor sipil, tetapi juga menjalar ke ajang balap paling bergengsi di dunia, Formula 1 atau F1.
Presiden Federasi Otomotif Internasional atau FIA, Mohammed Ben Sulayem, akhirnya buka suara terkait dampak konflik tersebut terhadap agenda balap musim 2026. Ia menegaskan bahwa keselamatan akan menjadi pertimbangan utama dalam menentukan apakah seri Formula 1 dan kejuaraan lain tetap digelar sesuai jadwal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dalam pernyataannya, Ben Sulayem menyampaikan keprihatinan atas situasi yang berkembang di kawasan tersebut.
“Sebagai Presiden FIA, pikiran saya tertuju kepada semua pihak yang terdampak oleh peristiwa terbaru di Timur Tengah,” kata Presiden Federasi Otomotif Internasional atau FIA, Mohammed Ben Sulayem dalam keterangannya yang dikutip Selasa, 3 Maret 2026.
Ia menambahkan bahwa FIA berduka atas jatuhnya korban jiwa dan menyampaikan solidaritas kepada keluarga serta komunitas yang terkena dampak konflik.
Livery Red Bull Racing F1 2026
Photo :
- Dok. Red Bull Racing
“Kami sangat berduka atas hilangnya nyawa dan berdiri bersama keluarga serta masyarakat yang terdampak. Di tengah ketidakpastian ini, kami berharap situasi segera mereda dan stabilitas dapat kembali. Dialog dan perlindungan warga sipil harus menjadi prioritas,” lanjutnya.
Lebih jauh, Ben Sulayem memastikan bahwa pihaknya terus menjalin komunikasi intensif dengan klub anggota, promotor kejuaraan, tim, serta seluruh pihak terkait di lapangan. FIA, kata dia, memantau perkembangan secara cermat dan bertanggung jawab.
“Keselamatan dan kesejahteraan akan menjadi panduan utama dalam setiap keputusan yang kami ambil terkait agenda FIA World Endurance Championship dan FIA Formula 1 World Championship,” tegasnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pernyataan ini muncul di tengah kekhawatiran akan kelangsungan sejumlah seri balap yang dijadwalkan berlangsung di kawasan Timur Tengah. Formula 1 diketahui akan menggelar balapan di Bahrain dan Arab Saudi pada pertengahan April.
Sementara itu, ajang FIA World Endurance Championship juga menghadapi ketidakpastian, karena agenda Prologue serta seri pembuka musim 2026 rencananya digelar di Qatar dalam waktu dekat.
Halaman Selanjutnya
Situasi di Qatar sendiri dilaporkan belum kondusif. Sejumlah kegiatan olahraga dihentikan sementara menyusul meningkatnya ketegangan dan serangan di wilayah tersebut.

1 week ago
3











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)
