Bandung, VIVA – Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan terhadap perempuan berinisial YTR yang menyeret nama Taufik Hidayat menjadi sorotan publik. Salah satu fakta yang terungkap dalam penyelidikan adalah bahwa keduanya pertama kali berkenalan melalui aplikasi kencan Tinder pada 2024, sebelum hubungan tersebut berkembang dan akhirnya berujung pada dugaan tindak kekerasan.
Kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan, YTR dan Taufik Hidayat
Photo :
- Kolase VIVA/ tim tvOnenews
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus ini menjadi pengingat bahwa aplikasi kencan pada dasarnya hanyalah sarana untuk mempertemukan orang. Keamanan tetap sangat bergantung pada kewaspadaan pengguna dalam mengenali tanda-tanda bahaya atau red flag sejak awal.
Pakar keamanan siber dan lembaga perlindungan konsumen di berbagai negara juga mengingatkan bahwa pelaku kejahatan kerap memanfaatkan platform kencan untuk membangun kepercayaan sebelum melakukan manipulasi, penipuan, atau bentuk kekerasan lainnya.
1. Waspadai Hubungan yang Terlalu Cepat Terasa "Sempurna"
Salah satu red flag paling umum adalah ketika seseorang berusaha membangun kedekatan secara berlebihan dalam waktu singkat.
Pelaku dapat terus-menerus mengirim pesan, memberikan perhatian intens, bahkan mengungkapkan perasaan cinta hanya dalam hitungan hari atau minggu. Pola yang dikenal sebagai love bombing ini sering digunakan untuk menciptakan ikatan emosional yang kuat sehingga korban lebih mudah dipengaruhi.
Penelitian mengenai penipuan asmara menunjukkan bahwa pelaku memanfaatkan kedekatan emosional sebagai langkah awal sebelum meningkatkan kontrol terhadap korban.
2. Menolak Video Call atau Bertemu di Tempat Umum
Orang yang selalu menghindari panggilan video, enggan memperlihatkan identitas asli, atau terus menunda pertemuan di tempat umum patut diwaspadai.
Meski tidak selalu berarti berniat jahat, perilaku seperti ini dapat menjadi sinyal bahwa identitas yang digunakan tidak sepenuhnya sesuai dengan kenyataan. Karena itu, verifikasi identitas sebelum menjalin hubungan lebih jauh menjadi langkah penting.
3. Berusaha Mengisolasi dari Keluarga dan Teman
Ilustrasi pacaran lewat aplikasi kencan online.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tanda bahaya berikutnya adalah ketika pasangan mulai melarang korban bercerita kepada keluarga atau sahabat.
Pelaku sering kali berupaya membuat korban hanya bergantung secara emosional kepada dirinya. Dalam banyak kasus kekerasan maupun penipuan berbasis hubungan, isolasi sosial menjadi salah satu pola yang sering muncul sebelum kontrol semakin meningkat.
Halaman Selanjutnya
4. Terlalu Mengontrol Kehidupan Korban

6 hours ago
1










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/7178789/original/095628200_1779973255-1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/8004128/original/059258800_1780843343-word_media_image4.jpg)


